15 Petugas Lapas Ikuti Tes Penggunaan Senjata

Banjarmasin - Sebanyak 15 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin sedang mengikuti psikotes untuk penggunaan senjata api di Aula Lapas Banjarmasin. "Tes penggunaan senjata api ini dalam rangka peningkatan fasilitas keamanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin," kata Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Hendra Eka Putera di Banjarmasin, Minggu. Dia mengatakan tes psikotes dilakukan oleh Kepolisan Daerah (Polda) Kalsel yang bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM Kalsel. Tes psikotes itu dilakukan untuk pengurusan penggunaan senjata api bagi petugas di dalam Lapas Banjarmasin. Penggunaan senjata api sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan serta sarana untuk melindungi diri. Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel Imam Suyudi di Banjarmasin mengatakan penggunaan senjata api dimaksudkan untuk membangun sistem keamanan yang mengedepankan sistem preemtif. Ia mengatakan mengedepankan sistem preemtif dimaksudka

15 Petugas Lapas Ikuti Tes Penggunaan Senjata
Banjarmasin - Sebanyak 15 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin sedang mengikuti psikotes untuk penggunaan senjata api di Aula Lapas Banjarmasin. "Tes penggunaan senjata api ini dalam rangka peningkatan fasilitas keamanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin," kata Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Hendra Eka Putera di Banjarmasin, Minggu. Dia mengatakan tes psikotes dilakukan oleh Kepolisan Daerah (Polda) Kalsel yang bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM Kalsel. Tes psikotes itu dilakukan untuk pengurusan penggunaan senjata api bagi petugas di dalam Lapas Banjarmasin. Penggunaan senjata api sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan serta sarana untuk melindungi diri. Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel Imam Suyudi di Banjarmasin mengatakan penggunaan senjata api dimaksudkan untuk membangun sistem keamanan yang mengedepankan sistem preemtif. Ia mengatakan mengedepankan sistem preemtif dimaksudkan untuk mencegah embrio konflik maupun yang lainnya agar para petugas selalu waspada. "Bila sistem preemtif belum bisa meredam maka dilakukan langkah preventif namun selalu berkoordinasi dengan instansi penegak hukum di wilayahnya masing-masing sebelum dilakukan upaya represif oleh aparat keamanan," ucapnya.(Gunawan Wibisono/Imam Hanafi) Sumber : AntaraKalsel.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0