32 Penghuni Lapas Sintang Dapatkan Pelatihan

Sintang - KOTA, (Kalimantan-News) - Sebanyak 32 orang penghuni lapas Sintang mendapatkan pelatihan ketrampilan dari Dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi Sintang.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada para penghuni lapas bila kelak mereka telah menghirup udara bebas.

“Ini sudah yang kesekian kalinya kita bekerjasama dengan lembaga pemasyarakatan. Karena umumnya mantan narapidana akan sulit diterima masyarakat, namun bila mereka memiliki ketrampilan lama meraka tidak akan segan-segan lagi untuk kembali membaur dengan masyarakatt,”ungkap kepala Nakertransos Sintang Florensius Kaha saat meninjau pelaksanaan latihan di aula lapas pada Selasa (26/8/2014). Ada 4 jenis ketrampilan yang akan diikuti oleh 32 penghuni lapas. Antara lain ketrampilan tata rias, meubeler dan pelatihan mobil bensin. Semua pelatihan akan dipusatkan di dalam lapas, karena sesuai dengan ketentu

32 Penghuni Lapas Sintang Dapatkan Pelatihan

Sintang - KOTA, (Kalimantan-News) - Sebanyak 32 orang penghuni lapas Sintang mendapatkan pelatihan ketrampilan dari Dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi Sintang.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada para penghuni lapas bila kelak mereka telah menghirup udara bebas.

“Ini sudah yang kesekian kalinya kita bekerjasama dengan lembaga pemasyarakatan. Karena umumnya mantan narapidana akan sulit diterima masyarakat, namun bila mereka memiliki ketrampilan lama meraka tidak akan segan-segan lagi untuk kembali membaur dengan masyarakatt,”ungkap kepala Nakertransos Sintang Florensius Kaha saat meninjau pelaksanaan latihan di aula lapas pada Selasa (26/8/2014). Ada 4 jenis ketrampilan yang akan diikuti oleh 32 penghuni lapas. Antara lain ketrampilan tata rias, meubeler dan pelatihan mobil bensin. Semua pelatihan akan dipusatkan di dalam lapas, karena sesuai dengan ketentuan penghuni lapas tidak diizinkan untuk di bawa keluar. Pelatihan ketrampilan yang diberikan kepada penghuni lapas ini dilaksanakan dengan menggunakan dana dekonsentrasi dari pemerintah provinsi Kalbar. Selain 32 penghuni lapas, di balai latihan kerja (BLK) Menyurai juga telah ada 16 orang non narapidana yang juga akan mengikuti pelatihan. Pelatihan akan diberikan selama 240 jam atau selama sebulan. “Begitu bebas, mereka bisa menunjukan sertifikat dari pelatihan ini dan tidak ada beban lagi untuk mendapatkan pekerjaan. Kalau nanti dia bagus, dia bisa ajukan kredit usaha atau KUBE kepada kita dan akan kita danai,”tambahnya. Kepada para penghuni lapas yang mengikuti pelatihan, Kaha berpesan agar mengikuti pelatihan dengan seksama dan tertib. Sehingga ilmu yang diberikan instruktur benar-benar bisa di serap dan bermanfaat bagi mereka bila telah bebas kelak. “Kalau kalian punya ketrampilan dan disibukan dengan pekerjaan, maka kalian tidak akan tergoda dengan bujuk rayu dan hiruk pikuk dunia luar yang gelamor itu. Sehingga tidak aada lagi celah bagi kalian untuk kembali ke lapas ini,”pesannya. Kalapas Sintang Pudjiono Riadi mengatakan bahwa dari 32 penghuni lapas yang mengikuti pelatihan dari Nakertransos, 18 orang diantaranya adalah perempuan. “Mereka akan mengikuti pelatihan tata rias,”ujarnya. Sedangnya yang pria dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing masuk dalam kelompok meubeler dan mobil bensin. Diakui Pudjiono, bahwa sebagian besar penghuni lapas yang mengikuti pelatihan adalah napi yang masuk karena kasus narkoba. Ia juga mengatakan bahwa 60 persen dari penghuni lapas adalah pelaku kasus narkoba. “Yang jelas senanglah. Kalau nanti sudah bebas, bisa jadi bekal untuk bekerja. Kalau punya modal juga bisa buka salon sendiri,”ungkap seorang narapidana perempuan yang mengaku mendapatkan vonis 5,3 tahun karena kasus narkoba.(Ek/kn)

Sumber: http://www.kalimantan-news.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0