50 WBP Rutan Ambon Dipindahkan ke Lapas Ambon

50 WBP Rutan Ambon Dipindahkan ke Lapas Ambon

Ambon, INFO_PAS – Sebanyak 50 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ambon dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ambon, Sabtu (20/6). Mereka adalah narapidana yang sudah inkracht serta sudah menjalani rapid test oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus disease (COVID-19) Provinsi Maluku.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku, Andi Nurka, turut memantau rapid test WBP di ruang Dharma Wanita Perempuan Rutan Ambon. “Perpindahan narapidana untuk meminimalisir membludaknya Rutan Ambon jika tahanan A.III dari pengadilan dikirim nantinya,” jelasnya.

Kepala Rutan (Karutan) Ambon, Wahyu Nurhayanto menjelaskan pemindahan narapidana ke Lapas Ambon sudah sesuai standar protokol kesehatan, yakni melakukan rapid test guna memutus mata rantai penularan COVID-19 di rutan maupun lapas. "Inshaallah, semoga hasilnya memuaskan karena kami sudah melakukan penghentian sementara kunjungan orang sekitar tiga bulan lamanya sejak kasus pasien pertama COVID-19 hingga kini,” terang Wahyu.

Dari hasil pemeriksaan sekitar satu jam, hasilnya sebagaimana diharapkan Karutan, yakni non reaktif. "Alhamdulillah, rapid test 50 WBP Rutan Ambon hasilnya non reaktif. Selama ini kami lakukan rapid test di semua instansi, pasti ada saja yang hasilnya reaktif. Baru kali ini semuanya non reaktif,” kata Ketua Tim Kesehatan, Abidin Latting.

Ia memuji serta mengapresiasi Rutan Ambon karena berhasil mengendalikan penyebaran COVID-19 di rutan. “Saya harap WBP di Rutan Ambon tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti protokol kesehatan walaupun di rutan aman-aman saja,” harap Abidin.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, Saiful Sahri, menerangkan pemindahan dilakukan berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-PK.01.01.01-750 tentang Penerimaan Tahanan Pengadilan, maka Kakanwil Kemenkumham se-Indonesia diperintahkan untuk melaksanaan penerimaan tahanan A.III yang telah inkracht mengingat overkapasitas sel tahanan di kepolisian.

“Pemindahan ini harus dilakukan mengingat narapidana tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap dan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19,” terangnya.

Saat tiba di Lapas Ambon, narapidaa diwajibkan mencuci tangan, masuk ke dalam bilik steril, pengecekan suhu tubuh, pengecekan kesehatan oleh petugas klinik, dan melakukan tes urin sebelum ditempatkan pada kamar isolasi yang telah disediakan. Setelah 14 hari, mereka akan kembali menjalani rapid test.

“Kami berterima kasih kepada Ketua Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Bapak Kasrul Selang, selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku atas koordinasinya sehingga pemindahan ini dapat berjalan aman dan tertib,” pungkas Saiful.

 

 

Kontributor: Herry Waikero & Arwin Retob

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0