60 Persen Penghuni Lapas Riau adalah Napi Narkoba

PEKANBARU-Sebesar 60 persen dari total penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) Riau didominasi oleh pelaku narkoba. Untuk itu, Kanwil Kemenkumham Riau menggandeng Polri dan lembaga lainya guna menekan angka tersebut, serta menjalankan 5 program khusus.
Kakanwil Kemenkumham Riau, Frans Richard Sugianto, Minggu (17/8/2014) menyebutkan, selain besarnya dominasi pelaku narkotika yang mendiami sejumlah Lapas dengan angka 60 persen, pihaknya juga prihatin dengan maraknya peredaran narkotika di dalam Lapas. Menurutnya, hal ini butuh perhatian khusus, dan Kemenkumham dalam hal inipun terapkan Lima progam. "Untuk menekan kasus ini, kita menjalankan program seperti membentuk satuan tugas P4GN, melakukan razia didalam lapas untuk mencegah masuknya narkoba, melakukan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional, berkoordiniasi dengan kepolisian serta melaksanakan monitoring," ungkap Kakanwil

60 Persen Penghuni Lapas Riau adalah Napi Narkoba
PEKANBARU-Sebesar 60 persen dari total penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) Riau didominasi oleh pelaku narkoba. Untuk itu, Kanwil Kemenkumham Riau menggandeng Polri dan lembaga lainya guna menekan angka tersebut, serta menjalankan 5 program khusus.
Kakanwil Kemenkumham Riau, Frans Richard Sugianto, Minggu (17/8/2014) menyebutkan, selain besarnya dominasi pelaku narkotika yang mendiami sejumlah Lapas dengan angka 60 persen, pihaknya juga prihatin dengan maraknya peredaran narkotika di dalam Lapas. Menurutnya, hal ini butuh perhatian khusus, dan Kemenkumham dalam hal inipun terapkan Lima progam. "Untuk menekan kasus ini, kita menjalankan program seperti membentuk satuan tugas P4GN, melakukan razia didalam lapas untuk mencegah masuknya narkoba, melakukan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional, berkoordiniasi dengan kepolisian serta melaksanakan monitoring," ungkap Kakanwil Kemenkumham Riau Richard Sugianto, Minggu (17/8/2014) kemarin. Untuk itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainya dalam menyokong program tersebut, khususnya dengan kepolisian. Menurutnya, dengan diikutsertakanya pihak kepolisian, akan mempermudah memutus jaringan peredaran narkotika, baik diluar maupun didalam Lapas. "Banyak kasus dimana di dalam Lapas beredar narkotika, maka kita bekerjasama dengan kepolisian, yang memiliki intelijen untuk memutus mata rantai tersebut," tukasnya. Menanggapi ini, Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, yang ditemui Halloriau.com di kediamanya, menyebutkan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Kemenkumham terkait hal ini, menurutnya, Polda Riau sudah mempersiapkan backup perkuatan, jika Kemenkumham membutuhkan. "Jika dibutuhkan kita sudah siapkan personil, namun jika belum dibutuhkan, maka anggota kita hanya melakukan patroli di seluruh Lapas dan Rutan," katanya. Menanggapi terkait mendominasinya pelaku narkotika sebagai penghuni Lapas, Condro berpendapat, untuk menekan angka tersebut, perlu disediakanya tempat rehabilitasi. "Fungsinya agar setiap pelaku yang terkait dalam kasus narkoba dimana hanya sebagai pengguna, tak perlu masuk kedalam Lapas, melainkan direhabilitasi," tutup Kapolda.
Sumber: http://www.halloriau.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0