Agusrin Huni LP Cipinang

[caption id="attachment_3037" align="alignnone" width="300"]Ilustrasi Ilustrasi[/caption] Jakarta (JarrakOnline), Perdebatan seputar tempat penahanan, Agusrin M Nadjamuddin akhirnya berakhir dengan ditempatkannya Gubernur Bengkulu nonaktif itu di Kamar Masa Pengenalan Lingkungan Wisma Baharuddin Suryo Broto Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Kabiro Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Akbar Hadi Prabowo, di Jakarta, Selasa, menyatakan sebelumnya Agusrin masuk LP pada pukul 18.00 WIB setelah dilakukan serah terima dari pihak Kejati Bengkulu kepada pihak LP. Selanjutnya dilakukan pengecekan keabsahan surat putusan dan eksekusinya. "Serta dilakukan pengecekan fisik dan keseha

[caption id="attachment_3037" align="alignnone" width="300"]Ilustrasi Ilustrasi[/caption] Jakarta (JarrakOnline), Perdebatan seputar tempat penahanan, Agusrin M Nadjamuddin akhirnya berakhir dengan ditempatkannya Gubernur Bengkulu nonaktif itu di Kamar Masa Pengenalan Lingkungan Wisma Baharuddin Suryo Broto Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Kabiro Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Akbar Hadi Prabowo, di Jakarta, Selasa, menyatakan sebelumnya Agusrin masuk LP pada pukul 18.00 WIB setelah dilakukan serah terima dari pihak Kejati Bengkulu kepada pihak LP. Selanjutnya dilakukan pengecekan keabsahan surat putusan dan eksekusinya. "Serta dilakukan pengecekan fisik dan kesehatan terpidana," katanya.Dalam eksekusi itu sendiri, Agusrin M Nadjamuddin yang dijatuhi hukuman di tingkat kasasi dengan empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan itu, didampingi kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra.Agusrin dieksekusi setelah pihak jaksa eksekutor memanggilnya sebanyak dua kali namun selalu mangkir.Seusai persidangan permohonan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Agusrin dieksekusi. Agusrin menyatakan dirinya akan mematuhi hukum di tanah air dan siap menjalani putusan terhadap dirinya itu."Tidak ada niat saya melarikan diri," katanya. Agusrin terjerat kasus korupsi dana bagi hasil PBB/BPHTB Bengkulu pada 2006 senilai Rp20,16 miliar. Di tingkat kasasi, Agusrin dijatuhi hukuman di tingkat kasasi dengan empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.**Ant/Sa   Sumber: http://www.jarrakonline.com/detail-1522-agusrin-huni-lp-cipinang.html   

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0