Anak LPKA Kutoarjo Ikuti Pembelajaran Online

Anak LPKA Kutoarjo Ikuti Pembelajaran Online

Kutoarjo, INFO_PAS – Enam Anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo belajar online dengan menggunakan aplikasi Ruang Guru, Senin, (23/3). Menurut Kepala Sub Seksi Pendidikan dan Latihan Keterampilan, Suprayitno, sistem pembelajaran online sangat bisa diimplementasikan di LPKA Kutoarjo mengingat Virus Corona merebak masif.

“Upaya-upaya persuasif dan informatif melalui teknologi informasi dan media sosial resmi untuk mencegah dan meminimalisir kontak dengan orang lain, terutama kontak dengan orang di luar LPKA terus kami gencarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala LPKA Kutoarjo, Herastini, mengungkapkan wabah Virus Corona banyak meresahkan masyarakat, termasuk kegiatan pembinaan yang melibatkan pihak eksternal di LPKA Kutoarjo. Kegiatan belajar mengajar sebagai salah satu kegiatan pembinaan intelektual juga tidak luput dari dampak tersebut. Sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona yang semakin masif, LPKA Kutoarjo turut serta mencegah penyebaran virus COVID-19, namun tetap berupaya memenuhi hak pendidikan Anak. Salah satunya melalui sistem pembelajaran online.

Banyak aplikasi pembelajaran online pendidikan yang bisa diakses masyarakat. Salah satunya yang digunakan LPKA Kutoarjo, yaitu aplikasi Ruang Guru. Selain Ruang Guru, LPKA Kutoarjo juga menggunakan platform pembelajaran sekolah online lainnya, diantaranya Zenius, Quipper, Cakap, dan Kipin School.

“Dibutuhkan jaringan internet yang stabil untuk menggunakan pembelajaran online tersebut,” terang Herastini.

Di sisi lain, salah satu petugas yang menangani kegiatan Pendidikan di LPKA Kutoarjo, Dedy Winarto, memaparkan Anak sangat antusias mengikuti proses pembelajaran online. Pembelajaran tidak menjenuhkan karena pengemasan pembelajaran disertai video animasi sehingga memudahkan Anak memahaminya. Sesi akhir pembelajaran juga dilengkapi rangkuman materi dan latihan-latihan soal disertai pembahasan yang mudah dipahami.

Namun demikian, proses pembelajaran online bukan berarti tanpa memiliki kelemahan. Salah satunya tidak adanya feedback pembelaajran dua arah yang memacu Anak kritis dan percaya diri.

“Semoga wabah COVID-19 segera terselesaikan di seluruh dunia pada umumnya dan Indonesia khususnya sehingga program-program pembinaan dapat berjalan normal kembali,” harap Dedy.

 

 

Kontributor: LPKA Kutoarjo

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0