Bahas Kasus ABH, Ini Rekomendasi TPP Bapas Yogya

Yogyakarta, INFO_PAS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Yogyakarta melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk membahas lima kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), Kamis (13/9) pagi. Kelima kasus tersebut merupakan kasus pencurian, yaitu dua kasus pencurian dengan kekerasan (Pasal 365 KUHP) dan dua kasus pencurian dengan pemberatan karena dilakukan secara bersama-sama (Pasal 363 KUHP). Karena ancaman hukuman dari kelima kasus tersebut lebih dari tujuh tahun, maka Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Yogyakarta tidak bisa mengupayakan diversi. Berdasarkan hasil penelitian kemasyarakatan yang dilakukan oleh para PK dapat disimpulkan bahwa latar belakang anak-anak tersebut melakukan tindak pidana pencurian bukanlah faktor ekonomi maupun kebutuhan, tapi karena kurangnya perhatian dari para orang tua sehingga terpengaruh oleh faktor pergaulan yang tidak baik. Seperti contoh kasus yang diungkapkan oleh PK Dasih Widayati, “IG ini berasal dari ke

Bahas Kasus ABH, Ini Rekomendasi TPP Bapas Yogya
Yogyakarta, INFO_PAS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Yogyakarta melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk membahas lima kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), Kamis (13/9) pagi. Kelima kasus tersebut merupakan kasus pencurian, yaitu dua kasus pencurian dengan kekerasan (Pasal 365 KUHP) dan dua kasus pencurian dengan pemberatan karena dilakukan secara bersama-sama (Pasal 363 KUHP). Karena ancaman hukuman dari kelima kasus tersebut lebih dari tujuh tahun, maka Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Yogyakarta tidak bisa mengupayakan diversi. Berdasarkan hasil penelitian kemasyarakatan yang dilakukan oleh para PK dapat disimpulkan bahwa latar belakang anak-anak tersebut melakukan tindak pidana pencurian bukanlah faktor ekonomi maupun kebutuhan, tapi karena kurangnya perhatian dari para orang tua sehingga terpengaruh oleh faktor pergaulan yang tidak baik. Seperti contoh kasus yang diungkapkan oleh PK Dasih Widayati, “IG ini berasal dari kelurga yang broken home. Ayah dan ibunya sudah bercerai dan masing-masing sudah menikah lagi. Sejak kecil IG tidak pernah diasuh oleh kedua orang tuanya dan sekarang tinggal bersama kakak dari ibunya. Sebelumnya sudah pernah mencuri, namun ayah atau ibunya tetap cuek sehingga IG kembali mencuri setelah diajak oleh teman-temannya,” terang Dasih. Hasil rekomendasi dari Sidang TPP ini pun berbeda-beda karena disesuaikan dengan latar belakang keluarga juga kepentingan terbaik bagi masing-masing Anak. Satu orang direkomendasikan untuk Anak Kembali Ke Orang Tua, yaitu WS. Dua orang direkomendasikan untuk pidana pembinaan dalam lembaga di PSMP Antasena Magelang, yaitu IG dan AN. Satu orang, yaitu PK direkomendasikan untuk pidana dengan syarat pengawasan, sedangkan satu orang, yaitu KK direkomendasikan untuk pidana penjara karena saat ini telah berusia lebih dari 18 tahun. “Hal ini menjadi perhatian dan keprihatianan bagi kita semua sebagai orangtua karena kalau kita melihat latar belakang anak-anak tersebut melakukan tindak pidana pencurian ini adalah faktor kurangnya keharmonisan maupun perhatian dari pihak keluarga. Maka, saya harapkan kepada teman-teman PK untuk menjalin komunikasi kepada para orang tua ABH agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka sehingga kejadian serupa tidak terulangi kembali,” harap Rusmiyati.     Kontributor: Bapas Yogyakarta

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0