Banyak Warga Binaan Tak Mampu Berobat

A.H. NASUTION (GM) - Mantan pengacara Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung menyatakan, kondisi narapidana (napi) tindak pidana korupsi (tipikor) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin tidak "seindah" atau "semakmur" yang biasa diberitakan media. "Untuk makan saja susah, apalagi untuk pengobatan bagi yang sakit. Makanya, kami menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi warga binaan. Ini sebagai wujud kekompakan dan kepedulian warga binaan," kata Haposan di sela-sela acara pengobatan gratis warga binaan Lapas Kelas I Sukamiskin di Poliklinik Lapas, Jln. A.H. Nasution, Bandung. Dengan adanya kegiatan itu, Haposan berharap warga binaan di dalam Lapas Sukamiskin akan tetap terjaga kesehatannya. "Saat Idulfitri lalu, kami diberi makanan oleh warga binaan yang muslim. Saat ini giliran kami membalas budi," katanya yang juga ketua panitia. Lebih lanjut disebutkan Haposan, dalam bakti sosial itu pihaknya menghadirkan empat orang dokter. Mereka memeriksa sejumlah warga binaa

A.H. NASUTION (GM) - Mantan pengacara Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung menyatakan, kondisi narapidana (napi) tindak pidana korupsi (tipikor) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin tidak "seindah" atau "semakmur" yang biasa diberitakan media. "Untuk makan saja susah, apalagi untuk pengobatan bagi yang sakit. Makanya, kami menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi warga binaan. Ini sebagai wujud kekompakan dan kepedulian warga binaan," kata Haposan di sela-sela acara pengobatan gratis warga binaan Lapas Kelas I Sukamiskin di Poliklinik Lapas, Jln. A.H. Nasution, Bandung. Dengan adanya kegiatan itu, Haposan berharap warga binaan di dalam Lapas Sukamiskin akan tetap terjaga kesehatannya. "Saat Idulfitri lalu, kami diberi makanan oleh warga binaan yang muslim. Saat ini giliran kami membalas budi," katanya yang juga ketua panitia. Lebih lanjut disebutkan Haposan, dalam bakti sosial itu pihaknya menghadirkan empat orang dokter. Mereka memeriksa sejumlah warga binaan. Mereka yang tidak terindikasi memiliki penyakit, hanya diberi vitamin. Sementara yang sakit, terlebih sakit berat, diberikan rekomendasi untuk berobat. Kegiatan tersebut kemarin disambut antusias warga binaan di Lapas Sukamiskin. Tampak ratusan warga binaan mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, kegiatan digelar atas kerja sama warga binaan yang tergabung dalam jemaat Gereja Ebenhaezer Lapas Sukamiskin dan Yayasan Lentera Bandung. "Ini bukti kepedulian kami di antara sesama warga binaan," katanya kepada wartawan, di sela-sela kegiatan, kemarin. Rasa berbagi Di tempat yang sama, Kepala Lapas Sukamiskin, Giri Purbadi menyambut baik kegiatan tersebut. Meski sudah berada di dalam lapas, namun napi-napi masih memiliki rasa untuk berbagi kepada sesama. "Lapas Sukamiskin itu bukan lapas mewah. Di dalamnya masih banyak warga yang sakit dan tidak mampu berobat. Bagaimanapun kita punya hak asasi sebagai manusia. Lapas ini sekitar 60 persen penghuninya rata-rata usianya di atas 50 tahun. Kalau di atas 50 tahun itu 'kan biasanya rentan dengan penyakit," ujar Giri. Ia pun berterima kasih kepada panitia yang menggelar kegiatan itu. Pasalnya, di dalam lapas khusus napi kasus tipikor itu, masalah kesehatan masih menjadi masalah.(B.114)** Sumber: humas.polri.go.id

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0