Bapas Dampingi Proses Hukum Geng Motor

Pekanbaru, utusanriau.com - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pekanbaru turut mendampingi proses hukum anggota geng motor yang ditangkap polisi. Dari 18 orang anggota geng motor yang ditahan, 11 orang diantaranya masih dibawah umur dan berstatus pelajar.
Bapas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anak dibawah umur, untuk membantu mereka  dalam proses penyidikan, penuntutan dan putusan di pengadilan nantinya.
"Proses yang dilakukan adalah pemeriksaan anak dibawah umur yang berhadapan dengan hukum. sesuai dengan undang-undang no 3 tentang pengadilan anak yang usianya 8 - 18 tahun," ujar Staf Bimbingan Klien Anak, Balai Pemasyarakatan Pekanbaru, Djufri, Kamis (23/5) usai pemeriksaan di Polresta Pekanbaru.
Djufri mengatakan, Bapas diminta Polresta Pekanbaru  untuk memeriksakan sejumlah tahanan geng motor yang masih dibawah umur agar dibuatkan penelitian kemasyarakatan, tujuannya untuk membantu anak-anak ini dalam proses penyidikan penun

Bapas Dampingi Proses Hukum Geng Motor
Pekanbaru, utusanriau.com - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pekanbaru turut mendampingi proses hukum anggota geng motor yang ditangkap polisi. Dari 18 orang anggota geng motor yang ditahan, 11 orang diantaranya masih dibawah umur dan berstatus pelajar.
Bapas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anak dibawah umur, untuk membantu mereka  dalam proses penyidikan, penuntutan dan putusan di pengadilan nantinya.
"Proses yang dilakukan adalah pemeriksaan anak dibawah umur yang berhadapan dengan hukum. sesuai dengan undang-undang no 3 tentang pengadilan anak yang usianya 8 - 18 tahun," ujar Staf Bimbingan Klien Anak, Balai Pemasyarakatan Pekanbaru, Djufri, Kamis (23/5) usai pemeriksaan di Polresta Pekanbaru.
Djufri mengatakan, Bapas diminta Polresta Pekanbaru  untuk memeriksakan sejumlah tahanan geng motor yang masih dibawah umur agar dibuatkan penelitian kemasyarakatan, tujuannya untuk membantu anak-anak ini dalam proses penyidikan penuntutan dan putusan nantinya di pengadilan.
"Kami telah melakukan pemeriksaan baik data individu maupun orang tua," ujarnya.
Djufri melanjutkan, hasil pemeriksaan akan diajukan ke pihak penyidik,lalu  ke penuntut umum dan Pengadilan Negeri Pekanbaru. "Intinya kami pilah-pilah sejauh mana keterlibatan mereka," katanya.
Kata Djufri, jika nantinya terbukti memang hanya sekali melakukan kerusuhan, diharapkan mereka bisa diringankan. "Mengigat anak-anak ini masih bersekolah, anak ini generasi muda, penerus harapan bangsa yang intinya masih dapat dibina, baik dari pihak orang tua maupun masyarakat," tukasnya.
"Tujuan kami agar anak ini bisa bersekolah kembali. Dari pemeriksaan, hanya satu orang dari anak-anak ini sudah dua kali melakukan," jelasnya. (Nof)
Sumber :  http://utusanriau.com/news/detail/15373/2013/05/24/bapas-dampingi-proses-hukum-geng-motor#.UaQKxh1aZQp

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0