Bapas Yogya Mulai Libatkan CPNS dalam Sidang TPP

Yogyakarta, INFO_PAS – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta mempresentasikan hasil penelitian kemasyarakatan perkara Anak yang tengah marak terjadi di Yogyakarta, yakni tindak pidana pembacokan (klitih). Presentasi itu disampaikan dalam Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bersama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bapas Yogyakarta, Rabu (21/2). “Kami libatkan CPNS agar mereka mengetahui secara langsung bagaimana mekanisme TPP dan output yang dihasilkan dalam sidang TPP berupa rekomendasi penyelesaian/putusan untuk Anak Berhadapan dengan Hukum, baik melalui diversi atau sidang pengadilan,” terang Pelaksana Harian Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Yogyakarta, Rini Hasnawati. Dalam sesi sidang, dibahas 15 perkara Anak yang mayoritas adalah perkara klitih dan kepemilikan senjata tajam. PK dalam memberikan rekomendasi sangat mempertimbangkan pelbagai faktor, yakni latar belakang sosial, pendidikan, kon

Bapas Yogya Mulai Libatkan CPNS dalam Sidang TPP
Yogyakarta, INFO_PAS – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta mempresentasikan hasil penelitian kemasyarakatan perkara Anak yang tengah marak terjadi di Yogyakarta, yakni tindak pidana pembacokan (klitih). Presentasi itu disampaikan dalam Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bersama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bapas Yogyakarta, Rabu (21/2). “Kami libatkan CPNS agar mereka mengetahui secara langsung bagaimana mekanisme TPP dan output yang dihasilkan dalam sidang TPP berupa rekomendasi penyelesaian/putusan untuk Anak Berhadapan dengan Hukum, baik melalui diversi atau sidang pengadilan,” terang Pelaksana Harian Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Yogyakarta, Rini Hasnawati. Dalam sesi sidang, dibahas 15 perkara Anak yang mayoritas adalah perkara klitih dan kepemilikan senjata tajam. PK dalam memberikan rekomendasi sangat mempertimbangkan pelbagai faktor, yakni latar belakang sosial, pendidikan, kondisi Anak, serta sisi hukum, baik dari segi ancaman pidana maupun sisi pengulangan tindak pidana. “Saya jadi lebih memahami latar belakang Anak melakukan tindak pidana dan rekomendasi yang tepat dalam penyelesaian hukum,” ungkap salah seorang CPNS, Rana. Dalam perkara pembacokan dan kepemilikan senjatatajam, Sidang TPP Bapas Yogyakarta merekomendasikan perkara agar diselesaikan melalui sidang peradilan karena untuk diselesaikan melalui mekanisme diversi dari segi ancaman pidana yang dikenakan tidak memenuhi syarat pasal 7 ayat (2) UU RI No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Rekomendasi pidana yang diberikan pun beragam dan tidak dipukul rata untuk kemudian dijatuhi pidana penjara. Hanya terhadap Anak yang memenuhi syarat diberikan rekomendasi putusan pidana penjara, yakni Anak yang sudah berulang kali melakukan tindak pidana dan memiliki peran utama dalam kelompok yang melakukan pembacokan. Selebihnya, untuk Anak yang baru pertama kali melakukan tindak pidana dan dirasa perannya tidak terlalu signifikan, PK merekomendasikan agar dilakukan pembinaan di panti sosial agar mendapatkan rehabilitasi sosial secara intensif.     Kontributor: PW

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0