Bupati Kagumi Kebersihan Lapas Subang

SUBANG (GM) - Bupati Subang H.Ojang Sohandi menyatakan kegembiraan dan kekagumannya seusai memimpin upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 50  yang dipusatkan di lapangan Lapas Jalan Veteran,Subang, Minggu (27/4/14). Selain berkesempatan membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM, juga menyematkan pin bertuliskan ‘stop pungli' kepada 2 perwakilan karyawan serta meninjau dan melihat dari dekat hasil karya warga binaan (narapidana). "Saya sangat bangga, ternyata kebersihan dan ketertiban dilingkungan Lapas tidak hanya di luar tetapi juga di dalamnya, resik dan penuh disiplin,"katanya sambil berharap untuk terus dipertahankan bukan karena menjelang Hari Bhakti saja, tetapi kebersihan dan ketertiban tersebut merupakan bagian dari program gerakan pembangunan untuk rakyat (Gapura) bidang  Berdikari (bersih, disiplin, berkemampuan, mandiri, berprestasi). Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Subang, Budi Sarwono didampingi Kasi Bimbingan Napi

SUBANG (GM) - Bupati Subang H.Ojang Sohandi menyatakan kegembiraan dan kekagumannya seusai memimpin upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 50  yang dipusatkan di lapangan Lapas Jalan Veteran,Subang, Minggu (27/4/14). Selain berkesempatan membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM, juga menyematkan pin bertuliskan ‘stop pungli' kepada 2 perwakilan karyawan serta meninjau dan melihat dari dekat hasil karya warga binaan (narapidana). "Saya sangat bangga, ternyata kebersihan dan ketertiban dilingkungan Lapas tidak hanya di luar tetapi juga di dalamnya, resik dan penuh disiplin,"katanya sambil berharap untuk terus dipertahankan bukan karena menjelang Hari Bhakti saja, tetapi kebersihan dan ketertiban tersebut merupakan bagian dari program gerakan pembangunan untuk rakyat (Gapura) bidang  Berdikari (bersih, disiplin, berkemampuan, mandiri, berprestasi). Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Subang, Budi Sarwono didampingi Kasi Bimbingan Napi dan Anak Didik, Iwa Bachtiar menyatakan,  kebersihan lingkungan sudah lama dan menjadi rutinitas sehingga sesuai dengan tema Hut Emas Bhakti Pemasyarakatan, Wujudkan Pemasyarakatan Yang Inovatif, Bersih dan Bermartabat. "Kita bukan hanya menampung para narapidana untuk menghabiskan masa tahanannya, tetapi harus dapat pula menempa anak binaan menjadi produktif dan mempunyai keahlian yang dapat dipratekkan di luar lapas setelah habis menjalani masa hukumannya, "jelas Budi. Jadi bila Lapas Subang sampai saat ini terlihat asri dengan dihiasi tanaman bunga seperti istana raja, yang dapat membuat pengunjung terkagum-kagum. Bukan untuk karyawan Lapas, tetapi para warga binaan merasa bukan sebagai tahanan, termasuk untuk ruang kunjungan tamu yang berada di ring 2 dibuat senyaman mungkin. "Kalau tadi lihat ruangan blok baru cat, itu bukan oleh warga binaan tetapi seluruh karyawan sebagai salah satu kegiatan bhakti, "katanya. Over Kapasitas Pihaknya pun terus melakukan pembenahan lingkungan walaupun jumlah penghuni dengan tempat dan petugas belum ideal atau over kapasita. Selain pembinaan rutin bagi karyawan ditambah pemasangan CCTV, juga seluruh warga binaan, termasuk tahanan titipan. "Hingga sekarang jumlah warga binaan di Lapas kita ada 902 orang, terdiri dari 760 napi, 12 diantaranya anak-anak dan 3 wanita. Sedangkan titipan Polres dan Kejaksaan mencapai 402 orang, dan 47% warga binaan terlibat kasus narkotika," ungkap Kalapas. Budi Sarwono mengaku, idealnya hanya menampung  sekira 400an dan seharusnya  ada upaya pembenahan dan penambahan blok sehingga lapas tidak mengalami over kapasitas."Kalau saat ini kita memiliki enam blok, kalau mau di tambah bloknya, kita tanahnya masih luas sebab kita memiliki 10 hektar lahan," tuturnya. Sumber : klik-galamedia.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0