BUTIRAN PASIR DISULAP MENJADI KARYA SENI RELIGI OLEH WBP LAPAS CILACAP

Cilacap, INFO_PAS -  Anggapan bahwa penjara dapat mematikan kreatifitas seseorang tidak berlaku di Lapas Klas IIB Cilacap. Melalui  tangan-tangan kreatif warga binaan Lapas Cilacap, butiran-butiran pasir mampu diubah menjadi sebuah kaligrafi bernilai seni religi. Diki Sussanto selaku Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Cilacap menuturkan bahwa kegiatan seni kaligrafi merupakan salah satu bagian dari program pembinaan kemandirian di Lapas Cilacap. “Hasil kegiatan ini juga mampu memberikan setoran PNBP ke kas negara,” ujar Diki kepada INFO_PAS, Senin (9/6). Menurut Diki, dengan hanya bermodalkan bahan pasir besi, pasir putih, triplek, dan lem, proses pembuatan kaligrafi sudah dapat dikerjakan. Adapun bahan pasir mudah didapat mengingat Lapas Cilacap secara geografis dekat dengan pinggir pantai. Pembuatannya kaligrafi ini cukup sederhana dan mudah. Mula-mula triplek digambar untuk motif, selan

BUTIRAN PASIR DISULAP MENJADI KARYA SENI RELIGI OLEH WBP LAPAS CILACAP
Cilacap, INFO_PAS -  Anggapan bahwa penjara dapat mematikan kreatifitas seseorang tidak berlaku di Lapas Klas IIB Cilacap. Melalui  tangan-tangan kreatif warga binaan Lapas Cilacap, butiran-butiran pasir mampu diubah menjadi sebuah kaligrafi bernilai seni religi. Diki Sussanto selaku Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Cilacap menuturkan bahwa kegiatan seni kaligrafi merupakan salah satu bagian dari program pembinaan kemandirian di Lapas Cilacap. “Hasil kegiatan ini juga mampu memberikan setoran PNBP ke kas negara,” ujar Diki kepada INFO_PAS, Senin (9/6). Menurut Diki, dengan hanya bermodalkan bahan pasir besi, pasir putih, triplek, dan lem, proses pembuatan kaligrafi sudah dapat dikerjakan. Adapun bahan pasir mudah didapat mengingat Lapas Cilacap secara geografis dekat dengan pinggir pantai. Pembuatannya kaligrafi ini cukup sederhana dan mudah. Mula-mula triplek digambar untuk motif, selanjutnya pasir dicampur dengan lem. Meskipun mudah, namun pembuatan kaligrafi ini juga memerlukan kesabaran, keuletan, dan ketekunan para pengrajin untuk lebih memahami Ilmu Tajwid agar tidak terjadi kesalahan penulisan kaligrafi. “Kegiatan pembuatan kaligrafi ini melibatkan setidaknya delapan orang warga binaan yang bekerja secara tim dengan rata-rata dalam satu minggu mampu menghasilkan tiga buah kaligrafi,” tutur Diki. Dalam hal pemasaran, pihak Lapas Cilacap menggandeng pihak ketiga serta melalui event pameran produk di wilayah Cilacap dan sekitarnya. Sebagai informasi, produk kaligrafi Lapas Cilacap selalu menarik perhatian khalayak dan pernah dinobatkan sebagai stand terbaik ketiga dari 106 stand pada salah satu event pameran yang digelar oleh Pemerintah Daerah Cilacap.   Kontributor: Bambang Widiyanto  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0