Desakan Penghapusan Penjara Anak Menguat

JAKARTA- Desakan penghapusan penjara anak menguat dan didukung sejumlah pihak. Ikatan Sarjana Profesi Kepolisian Indonesia juga meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan penjara anak. Adapun Komisi Nasional Perlindungan Anak meminta agar konsep penjara anak diubah menjadi Rumah Sosial Perlindungan Anak. “Harus disadari, perlu ada evaluasi terhadap perlakuan terhadap tahanan anak. Untuk kasus-kasus tertentu, anak seharusnya bisa dikembalikan kepada keluarga," ujar Wakil Ketua ISPKI Sisno Adiwinoto kemarin. Purnawirawan polisi ini mengakui, masih banyak kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap tahanan anak. Hal ini diperparah dengan minimnya jumlah penjara anak sehingga tahanan anak sering dicampur dengan tahanan dewasa, yang juga memicu kekerasan. Saat dihubungi Tempo kemarin, Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait membenarkan bahwa kondisi penjara anak sudah sangat mengkhawatirkan. Di beberapa tempat, anak-anak yang kerap berhubungan dengan penjahat

Desakan Penghapusan Penjara Anak Menguat
JAKARTA- Desakan penghapusan penjara anak menguat dan didukung sejumlah pihak. Ikatan Sarjana Profesi Kepolisian Indonesia juga meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan penjara anak. Adapun Komisi Nasional Perlindungan Anak meminta agar konsep penjara anak diubah menjadi Rumah Sosial Perlindungan Anak. “Harus disadari, perlu ada evaluasi terhadap perlakuan terhadap tahanan anak. Untuk kasus-kasus tertentu, anak seharusnya bisa dikembalikan kepada keluarga," ujar Wakil Ketua ISPKI Sisno Adiwinoto kemarin. Purnawirawan polisi ini mengakui, masih banyak kekerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap tahanan anak. Hal ini diperparah dengan minimnya jumlah penjara anak sehingga tahanan anak sering dicampur dengan tahanan dewasa, yang juga memicu kekerasan. Saat dihubungi Tempo kemarin, Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait membenarkan bahwa kondisi penjara anak sudah sangat mengkhawatirkan. Di beberapa tempat, anak-anak yang kerap berhubungan dengan penjahat dewasa justru mendapat pelajaran untuk berbuat kejahatan yang lebih tinggi. Komnas PA menganggap konsep penjara anak yang berlaku sekarang tidak menimbulkan efek jera dan tidak memberi perbaikan bagi anak. Karena itu, pihaknya mendesak agar penghapusan penjara anak ini termuat dalam Rancangan Undang-undang Peradilan Anak. Arist mengusulkan pengganti penjara anak berbentuk panti yang tetap memberikan pendampingan dan kegiatan normal. Hanya, mereka dicabut dari kehidupan masyarakat luar. “Ini lebih membuat jera dibanding penjara yang justru menjadi sekolah tindak pidana yang lebih tinggi,” katanya. Usul penghapusan penjara anak ini sebelumnya disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor. KPAI meminta Presiden segera mengimbau Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Mahkamah Agung, Jaksa Agung, serta Kepolisian RI untuk mencegah anak masuk tahanan. "Pembubarannya akan menyelamatkan masa depan mereka," ujarnya. Ditambahkan, penghapusan penjara anak akan membuat keuangan negara lebih efisien. “Kami bersepakat, dan ini harus dituangkan ke dalam RUU Sistem Peradilan Anak, bukan Sistem Pidana Anak,” Arist menegaskan. Menurut dia, saat ini rancangan undang-undang tentang sistem pemberian hukuman bagi anak-anak yang melakukan tindak pidana tersebut sudah masuk tahap pembahasan oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI. Namun Komnas PA meminta agar nama RUU ini diubah dari Sistem Pidana Anak menjadi Sistem Peradilan Anak. Terkait dengan isi RUU, Komnas PA mengusulkan empat hal, yaitu pengaturan keadilan restoratif, penghapusan penjara, perubahan penetapan batas usia, dan kewenangan pekerja sosial. Berdasarkan keadilan restoratif, seorang anak pelaku pidana tidak perlu dipidana. “Bila orang tuanya dilihat bisa mengurus, anak yang bersalah bisa dikembalikan ke mereka,” kata Arist. Perihal batas usia, selama ini anak yang berusia delapan tahun ke atas sudah dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Menurut Arist, seharusnya anak baru dapat dimintai pertanggungjawaban pada usia di atas 12 tahun.IRA GUSLINA / FRANSISCO ROSARIANS Sumber: www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel.php?aid=53016

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0