Di Rutan Bangli, WBP Jadi Inspektur Upacara

 Bangli, INFO_PAS – Pejabat atau petugas menjadi inspektur upacara mungkin hal yang biasa. Pemandangan berbeda terlihat saat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diberikan kesempatan menjadi inspektur dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangli, Senin (17/7). Tak hanya itu, seluruh perangkat upacara hari itu juga diemban oleh WBP. Kepala Rutan (Karutan) Bangli, Diding Alpian, menyebut WBP sejatinya mampu menunjukkan jati dirinya melalui kreativitas dan kesadaran diri jika diberi kesempatan. Mereka juga mampu menjadi apa yang diharapkan tanpa memerlukan pendampingan. “Upacara berlangsung baik dan disiplin dalam gerakan dan barisan tanpa dikomandoi. Ini merupakan contoh kesadaran para WBP ketika diberi kesempatan untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat kelak,” pujinya. Dalam upacara tersebut, WBP yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan Karutan Bangli tentang kegiatan â

Di Rutan Bangli, WBP Jadi Inspektur Upacara
 Bangli, INFO_PAS – Pejabat atau petugas menjadi inspektur upacara mungkin hal yang biasa. Pemandangan berbeda terlihat saat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diberikan kesempatan menjadi inspektur dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangli, Senin (17/7). Tak hanya itu, seluruh perangkat upacara hari itu juga diemban oleh WBP. Kepala Rutan (Karutan) Bangli, Diding Alpian, menyebut WBP sejatinya mampu menunjukkan jati dirinya melalui kreativitas dan kesadaran diri jika diberi kesempatan. Mereka juga mampu menjadi apa yang diharapkan tanpa memerlukan pendampingan. “Upacara berlangsung baik dan disiplin dalam gerakan dan barisan tanpa dikomandoi. Ini merupakan contoh kesadaran para WBP ketika diberi kesempatan untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat kelak,” pujinya. Dalam upacara tersebut, WBP yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan Karutan Bangli tentang kegiatan “Napi Peduli Kaum Disabilitas” yang akan diselenggarakan pada Bulan Agustus mendatang. Kegiatan ini bertujuan mengubah pandangan dan paradigma masyarakat bahwa penjara bukan semata-mata tempat balas dendam dan penjeraan, namun mampu menghasilkan karya cipta yang menunjukkan simpati dan empati kepada kaum difabel. “Karya ini pertama kali diberikan kepada mereka. Kalau menunggu kaya akan lama sekali dan kalau bukan sekarang kapan lagi,” terang Diding. Ia berjanji pihaknya akan terus mewujudkan peri kehidupan normal di dalam rutan dengan kebersamaan, kekeluargaan, dan keceriaan sebagai percepatan proses reintegrasi WBP. “Kami harap para WBP berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembinaan serta segera melengkapi syarat administrasi dan subtantif dengan selalu berkonsultasi dengan Wali Pemasyarakatan,” harap Karutan.       Kontributor: LP Pertamawati Armony

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0