Ditjen PAS Kembangkan Lapas Maximum Security dan Lapas Industri di Nusakambangan

Cilacap - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM fokus pada pengembangan Lapas Maximum Security dan pembangunan kembali Lapas Nirbaya sebagai Lapas Industri di Pulau Nusakambangan, Cilacap. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM, I Wayan K. Dusak dalam konferensi pers di Cilacap, usai lawatan ke Nusakambangan, Jumat (13/1/2017). Dijelaskan Dusak, pembangunan Lapas Maximum Security yang diperuntukkan napi high risk (resiko tinggi –red) dilakukan mengingat kondisi security lapas yang memrihatinkan. “Peredaran narkoba, kabarnya 50 persen dikendalikan dari dalam lapas. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan utama pembangunan Lapas Maximum Security di Nusakambangan,” katanya. Dijelaskan, Lapas Maximum Security nantinya berkapasitas 500 napi high risk dari tiga kriteria, masing-masing napi teroris, narkoba pada level bandar, dan koruptor. “Penempatan napi high risk di

Ditjen PAS Kembangkan Lapas Maximum Security dan Lapas Industri di Nusakambangan
Cilacap - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM fokus pada pengembangan Lapas Maximum Security dan pembangunan kembali Lapas Nirbaya sebagai Lapas Industri di Pulau Nusakambangan, Cilacap. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM, I Wayan K. Dusak dalam konferensi pers di Cilacap, usai lawatan ke Nusakambangan, Jumat (13/1/2017). Dijelaskan Dusak, pembangunan Lapas Maximum Security yang diperuntukkan napi high risk (resiko tinggi –red) dilakukan mengingat kondisi security lapas yang memrihatinkan. “Peredaran narkoba, kabarnya 50 persen dikendalikan dari dalam lapas. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan utama pembangunan Lapas Maximum Security di Nusakambangan,” katanya. Dijelaskan, Lapas Maximum Security nantinya berkapasitas 500 napi high risk dari tiga kriteria, masing-masing napi teroris, narkoba pada level bandar, dan koruptor. “Penempatan napi high risk di Lapas Maximum Security nantinya berdasarkan rekomendasi, misalnya napi narkoba dari BNN, napi teroris dari BNPT, dan napi koruptor dari KPK,” ungkapnya. Terkait sudah adanya Lapas Pasir Putih, Nusakambangan dengan sistem pengamanan super maximum security (SMS), Dusak menyebutkan pembangunan dilakukan karena Lapas Pasir Putih sudah melebihi kapasitas. “Di Pasir Putih sudah melebihi kapasitas. Napi high risk kan nanti ditinjau dari kasus dan hukumannya. Nantinya (Lapas Maximum Security) dengan sistem pengamanan yang terintegrasi antara IT dan orangnya,” imbuhnya. Ditambahkan Dusak, pembangunan Lapas Maximum Security dilakukan dengan membuka jalan di dalam hutan di eks-Lapas Karang Anyar, sekitar 25 km dari dermaga Sodong, Nusakakmbangan. Hingga saat ini, pembangunan Lapas Maximum Security yang dimulai sejak 2016 masih berlangsung. Selain itu, Ditjen PAS juga membangun kembali eks-Lapas Nirbaya di pulau penjara ini sebagai Lapas Industri untuk pengembangan ternak sapi dengan target 21 ribu ekor sapi/tahun. “Pembinaan kemandirian diarahkan pada pemberian keterampilan dan kegiatan kerja produksi di lapas, meliputi agribisnis, manufaktur, dan jasa sebagai bekal hidup napi, baik selama menjalani masa pidana maupun setelahnya,” ujarnya. Untuk tahap awal, dikembangkan sebanyak 150 ekor sapi dengan kapasitas 50 orang napi. “Target kami dengan peternakan sapi di Lapas Industri Nirbaya yang dikelola para napi, bisa menopang kebutuhan daging di Provinsi Jawa Tengah,” pungkasnya. Seperti diketahui, saat ini terdapat 7 lapas di Nusakambangan, masing-masing lapas Terbuka, Narkotika, Batu, Besi, Kembang Kuning, Pasir Putih, dan Permisan. (SW/DS) sumber : http://rri.co.id/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0