Dua Narapidana Teroris Medan Dipindahkan ke Lowokwaru

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Dua narapidana terorisme dipindahkan dari Jakarta ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Lowokwaru Kota Malang, Rabu (23/4/2014). Dengan tambahan dua narapidana (napi) ini, di Lowokwarukini ada empat napi teroris. Dua napi teroris tersebut adalah Fadli Sadama (47) alias Muis dan Muhammad Tamrin  (35) alias Tamrin alias Ramli. Keduanya tiba di Bandara Abdulrachman Saleh pukul 08.15 WIB dengan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 250. Keduanya dikawal Satgas Anti Teroris Kejaksaan Agung hingga di Lapas Lowokwaru. “Mereka tiba dengan pesawat komersial penerbangan Jakarta-Malang,” terang Kajari Kota Malang, Munasim. Munasim menambahkan, Kejaksaan Negeri Kota Malang hanya mendapat limpahan dari Kejaksaan Agung, Fadli Sadama divonis tujuh tahun penjara, sedangkan Tamrin divonis empat tahun penjara. “Mereka masuk dan diterima di Lapas sekitar pukul 09.00 WIB,” tambahnya. Sayangnya Munasim mengaku tidak tahu ka

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Dua narapidana terorisme dipindahkan dari Jakarta ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Lowokwaru Kota Malang, Rabu (23/4/2014). Dengan tambahan dua narapidana (napi) ini, di Lowokwarukini ada empat napi teroris. Dua napi teroris tersebut adalah Fadli Sadama (47) alias Muis dan Muhammad Tamrin  (35) alias Tamrin alias Ramli. Keduanya tiba di Bandara Abdulrachman Saleh pukul 08.15 WIB dengan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 250. Keduanya dikawal Satgas Anti Teroris Kejaksaan Agung hingga di Lapas Lowokwaru. “Mereka tiba dengan pesawat komersial penerbangan Jakarta-Malang,” terang Kajari Kota Malang, Munasim. Munasim menambahkan, Kejaksaan Negeri Kota Malang hanya mendapat limpahan dari Kejaksaan Agung, Fadli Sadama divonis tujuh tahun penjara, sedangkan Tamrin divonis empat tahun penjara. “Mereka masuk dan diterima di Lapas sekitar pukul 09.00 WIB,” tambahnya. Sayangnya Munasim mengaku tidak tahu kasus kedua teroris tersebut secara detail. Sementara Kepala Lapas Kelas IA Lowokwaru, Herry Wahyudiono mengaku telah menerima dua napi teroris tersebut. “Tadi pagi yang mengantarkan Kasi Pidum (Pidana Umum),” ucapnya. Alasan pemindahan tersebut, menurut Herry, karena Lowokwaru mempunyai sel khusus teroris. Kedua napi limpahan tersebut ditempatkan di Blok 12 sel nomor 19 dan nomor 20. Untuk menuju sel mereka, setidaknya harus melewati lima lapis pintu. “Khusus untuk napi teroris memang sangat ketat dengan lima lapis pengaman,” katanya. Sebelumnya sudah ada dua napi teroris yang menjalani hukuman di Lapas Lowokwaru, yakni Muhammad Cholili dan Agung. Cholili dihukum karena menyembunyikan mendiang dr Ashari, sementara Agung kasus terorisme di Poso. Berdasar catatan Kepolisian, Tahun 2001, Fadli Sadama terlibat perang saudara di Ambon. Tahun 2003, Fadli terlibat perampokan di Bank Lippo Jalan Dr Mansyur Kota Medan. Fadli sempat fakum hingga Tahun 2007, Fadli hijrah ke Malaysia dan terlibat perdagangan narkoba. Tahun 2008, dia kembali terlibat kejahatan bersenjata, menjadi eksekutor saat merampok sebuah money changer di Jalan Katamso Medan. Di tahun yang sama, Fadli merampok Bank Mandiri Jalan Dede Pardede Medan. Tahun 2009, Fadli terlibat perdagangan senjata di Biruen Aceh. Puncak kejahatannya, Tahun 2010, Fadli terlibat perampokan Bank CIMB Niaga Medan. Saat kejadian tersebut Fadli tengah berada di Malaysia. Namun Densus 88 mengungkap perannya sebagai perencana perampokan tersebut. Fadli sempat menjalani hukuman di Lapas Tanggung Gusta Medan. Saat terjadi kerusuhan di Lapas ini Tahun 2013, Fadli dituding sebagai provokator. Fadli Sadama sempat melarikan diri ke Malaysia namun kembali tertangkap dan dibawa ke Indonesia. Sumber: https://id.berita.yahoo.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0