Dua Warga Binaan Ikut Ujian Nasional

Matatelinga - Medan, Senin (14/4/2014) hanya dua warga binaan baik di lapas maupun rutan yang mengikuti Ujian Nasional (UN). Karena, warga binaan masih berusia anak-anak namun sudah putus sekolah. "Baru ada dua orang warga binaan kita mengikuti UN besok, itu satu orang ada di Lapas Balige dan Lapas Gunung Sitoli satu orang lagi," ungkap Kadiv Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Basmanizar pada wartawan. Untuk penghuni lapas dan rutan yang berstatus pelajar, saat ini tidak ada, termasuk Lapas Anak Tanjung Gusta Medan. "Semua nihil, juga Lapas Anak Tanjung Gusta Medan juga nihil. Tapi, kita memberikan kepada warga binaan untuk melaksanakan UN. Karena itu, hak mereka yang harus kita berikan," sambung Basmanizar, Senin (14/4/2014). Pihak lapas dan rutan juga memberikan kesempatan warga binaan untuk mengikuti UN tahun ini. Baik itu dilakukan di lapas maupun di sekolah dengan pengawalan dari pihak pengamanan lapas. Basman
Dua Warga Binaan Ikut Ujian Nasional

Matatelinga - Medan, Senin (14/4/2014) hanya dua warga binaan baik di lapas maupun rutan yang mengikuti Ujian Nasional (UN). Karena, warga binaan masih berusia anak-anak namun sudah putus sekolah. "Baru ada dua orang warga binaan kita mengikuti UN besok, itu satu orang ada di Lapas Balige dan Lapas Gunung Sitoli satu orang lagi," ungkap Kadiv Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Basmanizar pada wartawan. Untuk penghuni lapas dan rutan yang berstatus pelajar, saat ini tidak ada, termasuk Lapas Anak Tanjung Gusta Medan. "Semua nihil, juga Lapas Anak Tanjung Gusta Medan juga nihil. Tapi, kita memberikan kepada warga binaan untuk melaksanakan UN. Karena itu, hak mereka yang harus kita berikan," sambung Basmanizar, Senin (14/4/2014). Pihak lapas dan rutan juga memberikan kesempatan warga binaan untuk mengikuti UN tahun ini. Baik itu dilakukan di lapas maupun di sekolah dengan pengawalan dari pihak pengamanan lapas. Basmanizar juga menjelaskan dalam pelaksanaan UN, pihaknya tidak ada melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. "Kalau itu tidak, biasa keluarga warga binaan melaporkan anak ke sekolah. Baru pihak sekolah memberitahukan sama kita. Begitu cara yang kita lakukan," Ujarnya. Sumber : matatelinga.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0