Februari, Napi Malabero Dipindah ke Lapas Baru

BENGKULU – Setelah empat tahun, akhirnya pembangunan LembagaPemasyarakatan (Lapas) yang baru di Kelurahan Bentiring bakal tuntas. Mulai Februari 2015, penghuni Lapas Kelas II Malabero yang sudah melebihi kapasitas dipindah. Termasuk dari lapas atau Rumah Tahanan (Rutan) lain di kabupaten. Kepala Bidang Humas Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Provinsi Bengkulu Abdul Hamid, SH. MH mengatakan, total anggaran pembangunan mencapai Rp 66,7 miliar. Kapasitasnya mencapai 922 orang. “Sekarang sudah 70 persen. Nanti akan diresmikan presiden dan menteri,” terang Abdul Hamid kepada RB, kemarin (29/10). Abdul menjelaskan, pembangunan bertahap Lapas Bentiring sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Awalnya dana pembangunan dianggarkan sebesar Rp 1,2 miliar. Lalu tahun 2011 ditambah Rp 1,1 miliar untuk pembangunan tembok. Tahun 2013 anggarannya kembali dialokasikan sebesar Rp 7,2 miliar untuk gedung dan blok termasuk fasilitas lainnya. Terakh

Februari, Napi Malabero Dipindah ke Lapas Baru
BENGKULU – Setelah empat tahun, akhirnya pembangunan LembagaPemasyarakatan (Lapas) yang baru di Kelurahan Bentiring bakal tuntas. Mulai Februari 2015, penghuni Lapas Kelas II Malabero yang sudah melebihi kapasitas dipindah. Termasuk dari lapas atau Rumah Tahanan (Rutan) lain di kabupaten. Kepala Bidang Humas Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum dan HAM) Provinsi Bengkulu Abdul Hamid, SH. MH mengatakan, total anggaran pembangunan mencapai Rp 66,7 miliar. Kapasitasnya mencapai 922 orang. “Sekarang sudah 70 persen. Nanti akan diresmikan presiden dan menteri,” terang Abdul Hamid kepada RB, kemarin (29/10). Abdul menjelaskan, pembangunan bertahap Lapas Bentiring sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Awalnya dana pembangunan dianggarkan sebesar Rp 1,2 miliar. Lalu tahun 2011 ditambah Rp 1,1 miliar untuk pembangunan tembok. Tahun 2013 anggarannya kembali dialokasikan sebesar Rp 7,2 miliar untuk gedung dan blok termasuk fasilitas lainnya. Terakhir tahun 2014 dengan dana Rp 51,1 miliar untuk peningkatan sarana dan lingkungan. Menurut Abdul Hamid, Lapas di Bentiring itu akan dijadikan tempat hunian seluruh narapidana (napi). Nantinya status Lapas Bentiring tetap menjadi Lapas Kelas IIA. Sementara Lapas lama (Malabero) akan berubah menjadi Rutan Malabero Kelas IIB. “Sudah dikeluarkan Surat Keputusan (SK). Awal tahun depan Lapas di Bentiring itu sudah akan difungsikan total,” kata Abdul. Pemindahan seluruh napi dari Lapas Kelas IIA Malabero akan dilakukan bertahap demi keamanan. Mereka akan ditempatkan di Lapas Bentiring yang memiliki dua blok. Ada blok khusus perempuan dan laki-laki. Selain itu dilengkapi fasilitas poliklinik, gereja dan musala. Selain itu juga ada ruang tahanan khusus napi anak-anak. “Untuk Lapas kelas IIA Mallabero itu setelah jadi Rutan kelas II B akan dihuni seluruh tahanan saja. Saat ini jumlah penghuni empat Lapas dan Rutan di Bengkulu sudah over kapasitas,” ujarnya. Kondisi saat ini Lapas Kelas IIA Malabero hanya berkapasitas 250 orang. Tapi diisi 714 orang, terdiri 452 napi dan 262 tahanan. Di Lapas Kelas IIA Curup juga kapasitas 200 diisi 428 napi dan 71 tahanan. Begitu juga Rutan Arga Makmur kapasitas 180 orang diisi 207 napi dan 82 tahanan serta Rutan Manna kapasitas 100 orang diisi 129 napi dan 44 tahanan. Jadi napi yang ada di rutan dan lapas di kabupaten nantinya akan dipindahkan ke Lapas Bentiring Kelas IIA. Ditambahkan Abdul Hamid, untuk tenaga sumber daya manusia di Lapas Bentiring akan diambil dari Lapas kelas IIA Malabero. Selain itu akan diambil juga sebagian pegawai dari Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) yang ada di daerah untuk mengisi Rutan Kelas IIB Malabero nantinya. Saat ini kendala menuju Lapas kelas II Bentiring itu masih persoalan jalan. “Kini kami meminta agar jalan menuju lapas itu dihotmix. Sebab saat ini masih pengerasan dan belum bisa dilewati maksimal,” tambahnya. Dimutasi   Disisi lain akan ada dua pejabat Kepala Rutan dan Lapas diganti. Yakni Kepala Rutan Kelas II B Manna Agus Susanto, S. Sos dimutasikan menjabat Kepala Rutan Kelas IIB Bengkayang. Posisi lamanya digantikan Soni Sopyan Bc. IP, S. Sos. M. Si yang sebelumnya menjabat Kasi Pencegahan dan Intelijen Direktorat Keamanan Ketertiban Dirjen Pemasyarakatan. Sedangkan Kalapas Kelas IIA Curup Yosep Sembiring, Bc. IP, SH dimutasikan ke Kadivpas Medan dan digantikan Bambang Basuki, Bc. IP, SH sebelumnya menjabat Kalapas Kelas II Binjai. Sedangkan pejabat lainnya yakni Lisabetha Hartianto, Bc. IP, SH, MH yang sebelumnya menjabat Kalapas Kelas IIA Lokseumawe menduduki jabatan sebagai Kabid Registrasi Perawatan dan Bina Khusus Narkotika pada Kanwil Kemenkum dan HAM Bengkulu. Kemudian Moh Shabandy, SH Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi kelas I Semarang menduduki jabatan sebagai Kasubbag Izin Tinggal dan Status Keimigrasian pada Kanwil Kemenkum dan HAM Bengkulu. Lalu Puingka Marudut Sinaga, S. Kom Kasubag Tata Naska II pada Biro Kepegawaian Sekjen menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian Umum pada Kanwil Kemenkum dan HAM Bengkulu. Serta Ida Asep Samora Bc. IP. S.Sos, MM selaku Kabag Umum Kanwil Kemenkum dan HAM Bengkulu dimutasikan sebagai Kepala Bagian Program dan Anggaran pada Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal. “Mutasi ini dalam rangka penyegaran dan promosi. Tentunya diharapkan untuk pejabat baru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan lebih meningkatkan kinerja lebih baik,” pungkas Abdul Hamid.(che) Sumber : harianrakyatbengkulu.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0