HEBAT, NARAPIDANA TETAP BERKARYA MESKIPUN DI DALAM LAPAS

Jakarta, INFO_PAS. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Ham RI (Kemenkumham) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Ditjen IKM) Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) menggelar pameran hasil karya narapidana yang diikuti Divisi Pemasyarakatan seluruh Indonesia selama sepekan. Kegiatan pembukaan pameran yang diselenggarakan di plaza Industri Kementerian Perindustrian RI ini dihadiri oleh Ibu Menteri Hukum dan HAM Evi Amir Syamsudin, Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah, dan Dirjen PAS Handoyo Sudrajat. Acara yang digelar 22-25 April 2014 ini dibuka dengan sajian tarian dari Warga Binaan Rutan Pondok Bambu, diiringi perpaduan musik tradisional rampak gendang, gamelan dan keyboard yang mengalun apik seirama dengan hentakan gemulai para warga binaan mampu menyajikan penampilan terbaik dihadapan para tetamu yang hadir di acara tersebut. Setelah para undangan disajikan penampil

HEBAT, NARAPIDANA TETAP BERKARYA MESKIPUN DI DALAM LAPAS
Jakarta, INFO_PAS. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Ham RI (Kemenkumham) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Ditjen IKM) Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) menggelar pameran hasil karya narapidana yang diikuti Divisi Pemasyarakatan seluruh Indonesia selama sepekan. Kegiatan pembukaan pameran yang diselenggarakan di plaza Industri Kementerian Perindustrian RI ini dihadiri oleh Ibu Menteri Hukum dan HAM Evi Amir Syamsudin, Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah, dan Dirjen PAS Handoyo Sudrajat. Acara yang digelar 22-25 April 2014 ini dibuka dengan sajian tarian dari Warga Binaan Rutan Pondok Bambu, diiringi perpaduan musik tradisional rampak gendang, gamelan dan keyboard yang mengalun apik seirama dengan hentakan gemulai para warga binaan mampu menyajikan penampilan terbaik dihadapan para tetamu yang hadir di acara tersebut. Setelah para undangan disajikan penampilan tarian warga binaan dari Rutan Pondok Bambu,  para undangan dihibur pula penampilan mempesona dari warga binaan Lapas Wanita Tangerang yang menampilkan busana fashion yang elegan. Warga Binaan Lapas Wanita Tangerang mampu menampilkan pakaian buah kreasinya dengan anggun. Bak model diatas catwalk, mereka bergaya dengan casual hasil ciptaanya meliuk liuk diatas panggung bagaikan seorang profesional. Mereka mampu menyajikan pakaian hasil olahan tangan terampilnya didepan khalayak. Kegiatan pameran ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-50. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) ikut ambil bagian dalam sejumlah kegiatan yang memamerkan dan memasarkan hasil karya warga binaan yang telah mereka hasilkan dengan mengusung tema “Kreativitas Tanpa Batas Meski Tempat Terbatas”. Stand yang berada di Plaza Industri Kementerian Perindustrian RI sedikitnya diisi oleh 33 stand dari seluruh Divisi Pemasyarakatan setiap kantor Wilayah di seluruh Indonesia. Hasil-hasil karya narapidanan yang dipamerkan diseleksi terlebih dahulu dan dipilih yang memenuhi criteria dan kategori fesyen serta aksesoris seperti baju, kain, pernak-pernik, anting, kalung, serta perhiasan dan lukisan dll. Menurut Direktur Pembinaan Narapidana dan Pelayanan Tahanan, Nugroho pameran ini diharapkan mampu menggugah masyarakat untuk ikut serta dalam proses pembinaan wargabinaan di Lapas dan Rutan. “Kita ingin sampaikan pesan kepada masyarakat bahwa sesungguhnya para wargabinaanpun mampu membuat kreasi maupun inovasi, walupun di tempat terbatas,” ujarnya. Para wargabinaan yang ikut serta dalam pameran juga mengaku bangga dan senang bisa ikut serta dalam kegiatan pameran tersebut. Salah satunya Eva Sembiring dari Rutan Siak yang sedang menunggu proses Pembebasan Bersyaratnya mengaku bangga bisa dipercaya datang ke Jakarta dan mengikuti pameran. “Saya ingin terus berkarya walau berada di dalam penjara”, ungkap Eva. Eva saat pameran berlangsung memperagakan cara membuat kain songket khas Siak yang sudah langka dengan alat tenun yang sengaja didatangkan dari Siak, Riau. “ Kain ini bisa diselesaikan dalam waktu satu minggu kalau coraknya atau modelnya agak susah bisa lebih dari satu minggu juga mas”, ungkap Eva. Dirjen PAS, Handoyo Sudrajat, mengatakan pameran ini diharapkan menjadi harapan bagi WBP agar bisa bangkit dan memunculkan harapan begitu keluar dari tahanan. Menurutnya, dengan penyediaan modal program corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan, kreatifitas WBP untuk menjadi wirausahawan nanti bisa terwujud. Orang nomor satu di Pemasyarakatan ini yakin pameran ini berbuah positif. Lagipula, stigma sampah masyarakat untuk narapidana diharapkan bisa dihapus lewat ajang pameran ini. "Jangan pernah kehilangan harapan, suatu yg hilang bisa muncul kembali. Mereka disini membuktikan kalau mereka produktif, kreatif," tegasnya.    

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0