Kabag Humas Ditjenpas : Masyarakat Berperan Penting Dalam Pembinaan Teroris

Jakarta, INFO_PAS – Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol (Kabag Humas dan Protokol) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham RI), Akbar Hadi Prabowo, menjelaskan peran penting masyarakat terhadap keberhasilan pembinaan narapidana teroris dalam dialog interaktif program “Beranda” yang disiarkan secara LIVE di Stasiun Televisi JAK TV, Selasa (19/01). Kepala Bagian Humas Ditjenpas bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman Nasution membahas hal ini terkait dengan adanya kasus pemboman di Kawasan Sarinah, Jakarta, yang dilakukan oleh Afif, mantan narapidana yang pernah menghuni Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. “Kita perlu bahu membahu menangani terorisme, masyarakat mempunyai peran penting terhadap keberhasilan pembinaan narapidana terorisme untuk mewujudkan indonesia yang damai,” jelas Akbar. Pria yang pernah menjabat sebagai Karutan

Kabag Humas Ditjenpas : Masyarakat Berperan Penting Dalam Pembinaan Teroris
Jakarta, INFO_PAS – Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol (Kabag Humas dan Protokol) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham RI), Akbar Hadi Prabowo, menjelaskan peran penting masyarakat terhadap keberhasilan pembinaan narapidana teroris dalam dialog interaktif program “Beranda” yang disiarkan secara LIVE di Stasiun Televisi JAK TV, Selasa (19/01). Kepala Bagian Humas Ditjenpas bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman Nasution membahas hal ini terkait dengan adanya kasus pemboman di Kawasan Sarinah, Jakarta, yang dilakukan oleh Afif, mantan narapidana yang pernah menghuni Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. “Kita perlu bahu membahu menangani terorisme, masyarakat mempunyai peran penting terhadap keberhasilan pembinaan narapidana terorisme untuk mewujudkan indonesia yang damai,” jelas Akbar. Pria yang pernah menjabat sebagai Karutan Rangkasbitung tersebut juga menjelaskan 3 unsur keberhasilan pembinaan terhadap warga binaan atau narapidana. “Yang pertama adalah warga binaan atau narapidana itu sendiri, yang kedua adalah pemerintah dalam hal ini adalah petugas, dan yang ketiga dan juga paling penting adalah masyarakat,” ujarnya. Mengapa masyarakat menjadi hal yang terpenting dalam pembinaan narapidana terorisme, karena setelah narapidana menjalani pidananya di dalam Lapas dan yang bersangkutan dinyatakan bebas, maka yang bersangkutan kembali ke masyarakat. Kenyataannya selama ini masyarakat belum bisa menerima mantan narapidana yang baru keluar dari Lapas, hal ini mengakibatkan mantan narapidana menjadi terkucilkan dan ini dapat memicu kembalinya yang bersangkutan ke dalam komunitasnya yang terdahulu dan berpotensi kembali melakukan tindakan terorisme. “Radikalisme atau terorisme tidak semata mata dibebankan kepada petugas dan pemerintah saja, tetapi peran serta masyarakat juga menjadi hal penting dalam mengawasi teroris, kita tidak perlu saling menyalahkan, yang terpenting adalah bagaimana kita mencari solusi menangani masalah terorisme tersebut,” ungkap Akbar. Diakhir dialog dengan Kepala BNPT, Akbar berpesan kepada seluruh masyarakat agar dapat menerima mantan narapidana kembali ke dalam kehidupan normal di lingkungan masyarakat. “Kami berharap dukungan masyarakat, ketika warga binaan bebas dari Lapas, masyarakat dapat menerima kehidupannya menjadi normal kembali,” pungkas Akbar. Senada dengan Akbar, Saud Usman juga mengatakan bahwa seluruh unsur masyarakat harus bersama sama menangkal radikalisme untuk mewujudkan indonesia yang damai. “Semua unsur masyarakat harus bersama sama menangkal radikalisme untuk mewujudkan indonesia yang damai seperti semboyan BNPT “Damai Indonesiaku” dapat terwujud,” tegas Perwira Tinggi Polri ini. Penulis : Singgih Pratama

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0