KANWILKUMHAM LAKUKAN ANTISIPASI KEBAKARAN DI RUPBASAN

SEMARANG — Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumham) Jawa Tengah lakukan antisipasi kebakaran di Rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) Kelas I Semarang. Menurut Kepala Kanwilkumham Jateng, Rinto Hakim, pihaknya kawatir bahaya kebakaran jika terjadi di tempat penyimpanan barang bukti tersebut.   “Meski sampai saat ini belum pernah terjadi kebakaran, kami kawatir nanti terjadi. Karena suhu di dalam ruangan dan barang bukti banyak yang mudah terbakar,” kata Rinto kepada wartawan, Senin (23/6/2014).   Lanjutnya, bermacam barang bukti terdiri dari benda cair dan padat. Sebagian besar benda tersebut mudah terbakar. Sementara, di Rupbasan peralatan dan petugas berjumlah minim. “Saya pikir pemicunya banyak. Ini untuk antisipasi saja. Apalagi bangunan ini berusia tua, peninggalan Belanda,” terangnya.   Antisipasi dilakukan dengan cara memberi pelatihan kemampuan dan ketrampilan terhadap kebakaran.
KANWILKUMHAM LAKUKAN ANTISIPASI KEBAKARAN DI RUPBASAN

SEMARANG — Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumham) Jawa Tengah lakukan antisipasi kebakaran di Rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan) Kelas I Semarang. Menurut Kepala Kanwilkumham Jateng, Rinto Hakim, pihaknya kawatir bahaya kebakaran jika terjadi di tempat penyimpanan barang bukti tersebut.   “Meski sampai saat ini belum pernah terjadi kebakaran, kami kawatir nanti terjadi. Karena suhu di dalam ruangan dan barang bukti banyak yang mudah terbakar,” kata Rinto kepada wartawan, Senin (23/6/2014).   Lanjutnya, bermacam barang bukti terdiri dari benda cair dan padat. Sebagian besar benda tersebut mudah terbakar. Sementara, di Rupbasan peralatan dan petugas berjumlah minim. “Saya pikir pemicunya banyak. Ini untuk antisipasi saja. Apalagi bangunan ini berusia tua, peninggalan Belanda,” terangnya.   Antisipasi dilakukan dengan cara memberi pelatihan kemampuan dan ketrampilan terhadap kebakaran. Dari pencegahan sampai penanganan.   “Pembekalan diberikan kepada pegawai Rupbasan. Kami melibatkan sejumlah pihak dari Kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan Kejaksaan. Sekalian untuk mengetahui kondisi di Rupbasan dan upaya menjaga keamanan barang bukti bersama-sama.”   Selain minim petugas dan peralatan, ada kendala lain dalam pengamanan barang bukti. Dikatakan Rinto, kendala utama adalah minimnya anggaran. “Anggarannya minim. Padahal perawatan dan pengamanan barang bukti tidak mudah. Idealnya harus disimpan rapi dengan pembungkus khusus. Jadi, ketika perkara sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap, red), barangnya masih utuh kondisinya,” tuturnya. (MS-12)   Sumber : metrosemarang.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0