KASUS PERLINDUNGAN ANAK DOMINASI KASUS DI LAPAS GORONTALO

  Gorontalo, INFO_PAS - Kasus perlindungan anak di wilayah Gorontalo tidak boleh dianggap remeh lagi. Faktanya, dari sekian banyak jenis kejahatan, kasus perlindungan anak termasuk pelecehan seksual terhadap anak merupakan kasus terbanyak Kondisi ini dijelaskan Rusdedy, selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Gorontalo. Menurutnya sejak sekitar tahun 2008-2014, perbuatan pelanggaran hukum tertinggi adalah kasus perlindungan anak termasuk kekerasan s
KASUS PERLINDUNGAN ANAK DOMINASI KASUS DI LAPAS GORONTALO

  Gorontalo, INFO_PAS - Kasus perlindungan anak di wilayah Gorontalo tidak boleh dianggap remeh lagi. Faktanya, dari sekian banyak jenis kejahatan, kasus perlindungan anak termasuk pelecehan seksual terhadap anak merupakan kasus terbanyak Kondisi ini dijelaskan Rusdedy, selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Gorontalo. Menurutnya sejak sekitar tahun 2008-2014, perbuatan pelanggaran hukum tertinggi adalah kasus perlindungan anak termasuk kekerasan seksual terhadap anak. Akibat perbuatan cela tersebut, pelaku yang sudah berstatus narapidana maupun tahanan yang berada di Lapas Gorontalo mencapai 166 orang. “Paling banyak kasus disini perlindungan anak, baik itu kekerasan seksual maupun fisik lainnya,” jelas Rusdedy. Selanjutnya, perbuatan melawan hukum terbanyak lainnya adalah kasus narkoba yang mencapai 49 orang. Pelaku penggunaan barang haram ini selain dilakukan pembinaan oleh pihak lapas juga dilakukan konseling dan rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo. Menyusul kemudian adalah kasus pencurian dan korupsi yang juga mencapai 49 orang. Kasus terendah adalah kasus pemakaian senjata tajam (sajam) tanpa ijin yakni dua orang. Adapun kasus yang kerap meresahkan masyarakat yakni Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih belum tinggi, hanya mencapai 14 orang yang digiring kedalam lapas. Yang menjadi pertanyaan publik saat ini adalah kasus perampokan yang merugikan banyak korban, sampai saat ini belum ada satupun yang digiring sampai ke lapas. “Ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab pemerintah daerah bersama kepolisian, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” pungkas Rusdedy.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0