Kegiatan Ramadan di LP Wates, Mulai dari Mengaji hingga Hadroh

WATES - Sepanjang bulan suci Ramadan, berbagai aktivitas keagamaan mewarnai suasana di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIB Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para narapidana muslim diajak mengaji hingga bermain hadroh. Pintu utama LP yang berada persis di sisi barat Alun-Alun Wates tampak tertutup rapat. Beberapa petugas mengintai dari celah pintu saat wartawan datang. Setelah mengenalkan diri dan memberitahukan maksud kedatangan, pintu pun dibuka. Belum genap satu kaki melangkah, suara rebana bergema cukup meriah dengan diselingi salawat nabi yang khusyuk terdengar. Setelah menyerahkan kartu pengenal dan meninggalkan telefon genggam dan tas, wartawan diajak masuk ke dalam ruang tahanan. Hanya kamera dan buku catatan yang dibawa serta kartu pengunjung LP. Ternyata suara rebana itu dari salah satu kamar LP yang disulap menjadi sebuah masjid bernama “At Taqwa”. Letaknya tepat berada di ujung barat laut kompleks LP. Ada sekira 10 orang narapidana ber

Kegiatan Ramadan di LP Wates, Mulai dari Mengaji hingga Hadroh
WATES - Sepanjang bulan suci Ramadan, berbagai aktivitas keagamaan mewarnai suasana di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIB Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para narapidana muslim diajak mengaji hingga bermain hadroh. Pintu utama LP yang berada persis di sisi barat Alun-Alun Wates tampak tertutup rapat. Beberapa petugas mengintai dari celah pintu saat wartawan datang. Setelah mengenalkan diri dan memberitahukan maksud kedatangan, pintu pun dibuka. Belum genap satu kaki melangkah, suara rebana bergema cukup meriah dengan diselingi salawat nabi yang khusyuk terdengar. Setelah menyerahkan kartu pengenal dan meninggalkan telefon genggam dan tas, wartawan diajak masuk ke dalam ruang tahanan. Hanya kamera dan buku catatan yang dibawa serta kartu pengunjung LP. Ternyata suara rebana itu dari salah satu kamar LP yang disulap menjadi sebuah masjid bernama “At Taqwa”. Letaknya tepat berada di ujung barat laut kompleks LP. Ada sekira 10 orang narapidana berlatih hadroh dengan diampingi dua pegawai LP. Salah satu di antara narapidana itu adalah seorang haji yang tersandung kasus penipuan. “Sekira 80 sampai 90 persen kegiatan di LP ini arahkan untuk kegiatan agama, khusus di bulan Ramadan. Mereka akan kami tampilkan saat peringatan Nuzulul Quran, syawalan, maupun saat besuk lebaran,” jelas Kepala LP Kelas IIB Wates, Syamsir Alam, Rabu (17/7/2013). Kegiatan agama itu meliputi salat lima waktu, salat sunah, dan dilanjutkan dengan membaca ayat suci Alquran. Namun bagi narapidana yang belum lancar membaca akan diajari menggunakan Iqro'. Di sela-sela itulah, para napi diajarkan memainkan hadroh. “Harapan kita mereka sadar, ketika lepas mereka mampu menemukan jalan yang benar,” tandasnya. Jajang, salah seorang napi, mengatakan, kegiatan tersebut mampu mengobati rasa rindu terhadap anak dan istrinya. Selama ini, dia kerap menangis dan merenung lantaran kangen dengan buah hatinya. “Setidaknya saya bisa sedikit melupakan mereka,” ujarnya pria asal Karawang Jawa Barat tersebut. Sebelum masuk bui, Jajang yang divonis empat tahun penjara karena membawa lari anak gadis di bawah umur ini mengaku sudah bisa mengaji. Saat kini dia benar-benar merasakan manfaat dan sadar akan kesalahan di masa lalu. "Kalau sudah keluar saya akan terus mengaji,” akunya. Lain halnya dengan Yudi Wasito narapidana kasus perjudian. Dia baru mengenal huruf Arab setelah berada di dalam penjara bahkan dulunya dia tidak pernah bersentuhan dengan kegiatan keagamaan. “Kalau nanti sudah bebas, saya akan terus mengaji,” ungkapnya. (Kuntadi/Koran SI/ris) Sumber : http://ramadan.okezone.com/read/2013/07/17/335/838181/kegiatan-ramadan-di-lp-wates-mulai-dari-mengaji-hingga-hadroh

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0