Kenakalan Anak Masa Kini, Didominasi Pencurian dan Kekerasan

batampos.co.id – Jumlah kenakalan anak di Kepri kembali meningkat selama triwulan berjalan di 2015. Kasusnya pun didominasi kriminal pencurian dan kekerasan hingga geng motor. Kasusbsi Bimbingan Klien Anak, Bapas Kepri, Agus Setiawan mengatakan dari Januari hingga Maret berjalan saja sudah ada 56 kasus anak bermasalah hukum di Kepri. “Kebanyakan kasusnya pencurian dan kekerasan, banyak juga yang terlibat geng motor,” kata Agus. Dari 56 kasus anak, sekitar 80 persennya terjadi di Batam. “Untuk anak bermasalah hukum,dari dulu daerah Batam memang lebih menonjol dari daerah lain,”ujarnya. Menurut survei yang dilakukan terhadap anak bermasalah hukum, rata-rata tindakan kriminal anak dilakukan atas suruhan pihak dewasa. Dimana anak-anak yang sedang mencari jati diri, suka mengikuti kelakuan remaja yang usianya lebih dari mereka. Seperti anak yang ikut dalam geng motor dan melakukan tindakan kriminal. “Sebenarnya mereka hanya ikut-ikutan. Pelaku

Kenakalan Anak Masa Kini, Didominasi Pencurian dan Kekerasan
batampos.co.id – Jumlah kenakalan anak di Kepri kembali meningkat selama triwulan berjalan di 2015. Kasusnya pun didominasi kriminal pencurian dan kekerasan hingga geng motor. Kasusbsi Bimbingan Klien Anak, Bapas Kepri, Agus Setiawan mengatakan dari Januari hingga Maret berjalan saja sudah ada 56 kasus anak bermasalah hukum di Kepri. “Kebanyakan kasusnya pencurian dan kekerasan, banyak juga yang terlibat geng motor,” kata Agus. Dari 56 kasus anak, sekitar 80 persennya terjadi di Batam. “Untuk anak bermasalah hukum,dari dulu daerah Batam memang lebih menonjol dari daerah lain,”ujarnya. Menurut survei yang dilakukan terhadap anak bermasalah hukum, rata-rata tindakan kriminal anak dilakukan atas suruhan pihak dewasa. Dimana anak-anak yang sedang mencari jati diri, suka mengikuti kelakuan remaja yang usianya lebih dari mereka. Seperti anak yang ikut dalam geng motor dan melakukan tindakan kriminal. “Sebenarnya mereka hanya ikut-ikutan. Pelaku utamanya ya orang dewasa. Dan inilah yang kami khawatirkan,” jelasnya. Karena itu, lanjutnya peranan orang tua dan masyarakat sangat diperlukan untuk membimbing sang anak agar tak melakukan tindakan kriminal. Apalagi, jika permasalahan yang dihadapi anak cukup serius hingga sang anak harus dipenjara. “Semua pihak harus berperan. Jangan sampai anak sudah masuk penjara, baru menyesal. Pencegahan dari dini lebih baik, karena kalau sudah bermasalah hukum, masa depan ada jadi berantakan dan jadi beban pikiran orang tua,”pungkas Agus. (she/bpos) Sumber : batampos.co.id

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0