Kisah di Balik Lapas Anak (3) Meski di Lapas, Tahanan Tetap Dapat Pendidikan

JAKARTA - Menjalani masa hukuman di penjara merupakan bentuk konsekuensi pelaku atas perbuatan yang dilakukan. Berada jauh dari dunia luar yang bebas, tentu merupakan hal yang berat, terutama bagi para pelaku kejahatan yang masih berusia di bawah 18 tahun
Namun, ternyata para anak didik (andik) -panggilan penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) anak pria- tetap mendapatkan pendidikan dan berbagai keterampilan selama menjalani masa hukuman mereka. Lapas anak pria Tangerang misalnya, menampung andik berusia 12-18 tahun, sehingga jenjang pendidikan yang ada di sana pun mulai dari SD hingga SMA. Kepala Sekolah SD Lapas Anak Pria Tangerang Sino menyebut, meski bernama lapas, berbagai kegiatan yang ada di sini berfokus pada pembinaan pendidikan. "Di sini kami memprioritaskan kegiatan pendidikan. Pembinaan kegiatan pendidikan pun sangat pad

Kisah di Balik Lapas Anak (3)   Meski di Lapas, Tahanan Tetap Dapat Pendidikan
JAKARTA - Menjalani masa hukuman di penjara merupakan bentuk konsekuensi pelaku atas perbuatan yang dilakukan. Berada jauh dari dunia luar yang bebas, tentu merupakan hal yang berat, terutama bagi para pelaku kejahatan yang masih berusia di bawah 18 tahun
Namun, ternyata para anak didik (andik) -panggilan penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) anak pria- tetap mendapatkan pendidikan dan berbagai keterampilan selama menjalani masa hukuman mereka. Lapas anak pria Tangerang misalnya, menampung andik berusia 12-18 tahun, sehingga jenjang pendidikan yang ada di sana pun mulai dari SD hingga SMA. Kepala Sekolah SD Lapas Anak Pria Tangerang Sino menyebut, meski bernama lapas, berbagai kegiatan yang ada di sini berfokus pada pembinaan pendidikan. "Di sini kami memprioritaskan kegiatan pendidikan. Pembinaan kegiatan pendidikan pun sangat padat sehingga mereka hampir tidak memiliki waktu luang," papar Sino kepada Okezone di Lapas Anak Pria, Tangerang, belum lama ini. Dia mengungkap, kegiatan belajar mengajar yang ada di lapas tidak ubahnya seperti sekolah umum. Bahkan, para andik yang berjumlah sekira 230 orang itu juga mendapatkan keterampilan lain dalam berbagai bidang. "Kalau pagi mereka sekolah, siangnya ada kegiatan kreativitas seperti band, pembuatan komik, dan kelas jurnalistik. Sementara sore hari mereka ikut pesantren," tuturnya. Mengenai tenaga pendidik, katanya, kualitas guru di lapas tidak berbeda dengan guru di sekolah umum. Perbedaan itu terletak pada latar belakang para guru yang bukan dari Ilmu Pendidikan.Sino menyebut, ada guru yang didatangkan dari luar lapas dan para karyawan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). “Walaupun latar belakangnya bukan pendidikan, tapi kualitas sama. Kami semua rata-rata sarjana," ungkap guru bahasa Indonesia dan Sejarah tingkat SMA itu. Untuk metode pembelajaran, termasuk kurikulum, lanjutnya, setiap tenaga pendidik di lapas tetap menggunakan kurikulum yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hanya saja, Sino menegaskan jika para andik memang harus terus diberikan motivasi untuk belajar. "Motivasi mereka untuk belajar itu rendah karena mereka merasa sudah tidak memiliki masa depan karena berada di penjara. Makanya, kami selalu memotivasi mereka bahwa mereka punya kehidupan dan jalan mereka masih panjang. Jadi, setelah ke luar dari sini mereka dapat melanjutkan hidup ke arah yang lebih baik," imbuh Sino. (mrg)
Sumber:  http://kampus.okezone.com/read/2012/11/30/373/725766/meski-di-lapas-tahanan-tetap-dapat-pendidikan

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0