Lapas Berbasis Pesantren di Indonesia

Petugas di Lapas Klas II B Cianjur
TRIBUNNEWS.COM – Setiap orang pasti berbuat salah. Namun setiap kesalahan harus diperbaiki menjadi lebih baik. Kalimat tersebut diyakini betul Heri Suherlan (28), yang merupakan penghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur, Jalan Aria Cikondang, Kabupaten Cianjur. Warga RT 05/RW 01, Kampung Gudang, Desa Ciahur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur ini memang memiliki pengharapan besar dalam hidupnya. Kelak jika keluar, ia bisa pergi ke luar negeri dan mendapatkan pekerjaan yang layak meski menyandang status narapidana. Pria yang baru menjalani masa hukuman selama setahun dari total hukuman enam tahun ini sedang berusaha keras belajar bahasa Inggris di Lapas Kelas II B Cianjur. Pembelajaran bahasa multinegara itu pun sudah dengan giat dilakoni Heri selama tiga bulan. "Penyesalan pasti ada dengan perbuatan yang saya lakukan, tapi akibat dar
Lapas Berbasis Pesantren di Indonesia

Petugas di Lapas Klas II B Cianjur
TRIBUNNEWS.COM – Setiap orang pasti berbuat salah. Namun setiap kesalahan harus diperbaiki menjadi lebih baik. Kalimat tersebut diyakini betul Heri Suherlan (28), yang merupakan penghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur, Jalan Aria Cikondang, Kabupaten Cianjur. Warga RT 05/RW 01, Kampung Gudang, Desa Ciahur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur ini memang memiliki pengharapan besar dalam hidupnya. Kelak jika keluar, ia bisa pergi ke luar negeri dan mendapatkan pekerjaan yang layak meski menyandang status narapidana. Pria yang baru menjalani masa hukuman selama setahun dari total hukuman enam tahun ini sedang berusaha keras belajar bahasa Inggris di Lapas Kelas II B Cianjur. Pembelajaran bahasa multinegara itu pun sudah dengan giat dilakoni Heri selama tiga bulan. "Penyesalan pasti ada dengan perbuatan yang saya lakukan, tapi akibat dari perbuatan itu bukan berarti mengakhiri perjuangan hidup saya. Apalagi menghadapi globalisasi yang akan datang pada 2020. Meski saya pernah di penjara, saya yakin saya bisa menghadapi era perdagangan bebas itu," kata Heri kepada Tribun Jabar (Tribunnews.com Network) di Lapas Kelas II B Cianjur, Kamis (9/5/2013). Kegetolan untuk mempelajari bahasa Inggris pun ditunjukan Heri di depan rekan-rekannya ketika melakukan tanya jawab menggunakan bahasa Inggris di sebuah sudut kelas yang ada di lapas. Meski bahasa Inggris yang diucapkannya tak begitu lancar dan jelas, rekan- rekannya tetap memahami yang dimaksudkan Heri. Teman-temannya pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan Heri. Kepiawaian berbahasa Inggris juga ditunjukan Fikri Pahlawan (24), warga Kota Bandung yang terkena kasus narkoba di Kabupaten Cianjur. Pria yang menjalani hukuman selama tujuh tahun penjara ini bahkan sangat fasih berpidato dengan menggunakan bahasa Inggris. Narapidana lainnya, Heri Sukirman (55), mengatakan bahasa Inggris hanya bagian dari program Pondok Pesantren terpadu At Taubah lapas kelas II B Cianjur. "Sudah setahun ponpes ini berjalan. Dan ini mungkin satu-satunya ponpes di tengah- tengah lapas ini baru ada di Indonesia atau lapas bergaya ponpes," kata pria yang menjabat pemimpin santri Popes terpadu At taubah lapas kelas II B Cianjur ketika ditemui Tribun. Pria yang sudah mendekam selama lima tahun di lapas itu mengaku, awalnya prihatin dengan kondisi Lapas II B Cianjur. Heri pun akhirnya mengusulkan pendirian pesantren ini secara langsung kepada Bupati Cianjur dan Ketua MUI yang datang pada perayaan perayaan Maulud Nabi yang diselenggarakan Lapas, 2010 silam. "Alhamdulillah semuanya berjalan. Bahkan 80 persen santri pesantren ini sudah banyak yang bisa mengaji," kata Heri.(Tribun Jabar/cis) Sumber: http://www.tribunnews.com   Jumat, 10 Mei 2014 
Petugas di Lapas Klas II B Cianjur
TRIBUNNEWS.COM – Setiap orang pasti berbuat salah. Namun setiap kesalahan harus diperbaiki menjadi lebih baik. Kalimat tersebut diyakini betul Heri Suherlan (28), yang merupakan penghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur, Jalan Aria Cikondang, Kabupaten Cianjur. Warga RT 05/RW 01, Kampung Gudang, Desa Ciahur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur ini memang memiliki pengharapan besar dalam hidupnya. Kelak jika keluar, ia bisa pergi ke luar negeri dan mendapatkan pekerjaan yang layak meski menyandang status narapidana. Pria yang baru menjalani masa hukuman selama setahun dari total hukuman enam tahun ini sedang berusaha keras belajar bahasa Inggris di Lapas Kelas II B Cianjur. Pembelajaran bahasa multinegara itu pun sudah dengan giat dilakoni Heri selama tiga bulan. "Penyesalan pasti ada dengan perbuatan yang saya lakukan, tapi akibat dari perbuatan itu bukan berarti mengakhiri perjuangan hidup saya. Apalagi menghadapi globalisasi yang akan datang pada 2020. Meski saya pernah di penjara, saya yakin saya bisa menghadapi era perdagangan bebas itu," kata Heri kepada Tribun Jabar (Tribunnews.com Network) di Lapas Kelas II B Cianjur, Kamis (9/5/2013). Kegetolan untuk mempelajari bahasa Inggris pun ditunjukan Heri di depan rekan-rekannya ketika melakukan tanya jawab menggunakan bahasa Inggris di sebuah sudut kelas yang ada di lapas. Meski bahasa Inggris yang diucapkannya tak begitu lancar dan jelas, rekan- rekannya tetap memahami yang dimaksudkan Heri. Teman-temannya pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan Heri. Kepiawaian berbahasa Inggris juga ditunjukan Fikri Pahlawan (24), warga Kota Bandung yang terkena kasus narkoba di Kabupaten Cianjur. Pria yang menjalani hukuman selama tujuh tahun penjara ini bahkan sangat fasih berpidato dengan menggunakan bahasa Inggris. Narapidana lainnya, Heri Sukirman (55), mengatakan bahasa Inggris hanya bagian dari program Pondok Pesantren terpadu At Taubah lapas kelas II B Cianjur. "Sudah setahun ponpes ini berjalan. Dan ini mungkin satu-satunya ponpes di tengah- tengah lapas ini baru ada di Indonesia atau lapas bergaya ponpes," kata pria yang menjabat pemimpin santri Popes terpadu At taubah lapas kelas II B Cianjur ketika ditemui Tribun. Pria yang sudah mendekam selama lima tahun di lapas itu mengaku, awalnya prihatin dengan kondisi Lapas II B Cianjur. Heri pun akhirnya mengusulkan pendirian pesantren ini secara langsung kepada Bupati Cianjur dan Ketua MUI yang datang pada perayaan perayaan Maulud Nabi yang diselenggarakan Lapas, 2010 silam. "Alhamdulillah semuanya berjalan. Bahkan 80 persen santri pesantren ini sudah banyak yang bisa mengaji," kata Heri.(Tribun Jabar/cis) Sumber: http://www.tribunnews.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0