LAPAS KUWALAHAN TAMPUNG WARGA BINAAN

PATI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati masih terkendala pengembangan kapasitas. Sebab sejak beberapa tahun terakhir, fungsi Lapas sebagai tempat narapidana yang mendapat vonis hukuman sering melebihi kapasitas atau overload.   Kasi Bimbingan Napi, Anak Didik dan Kegiatan Kerja pada Lapas Pati Kelas II B, Jumanto mengatakan,  pihaknya masih sangat membutuhkan pengembangan dan perluasan lahan agar bisa mengimbangi jumlah napi dan warga binaan yang ditampung. “Sehingga bisa memenuhi kapasitas ideal sebagai tempat para narapidana menjalani vonis hukuman,” ujar Jumanto.   Dengan jumlah petugas Lapas Pati hanya sebanyak 72 personel dan 28 petugas pengamanan, kata Jumanto, belum bisa mengimbangi jumlah tahanan yang mencapai 200 orang lebih. ”Mengingat idealnya Lapas hanya mampu menampung 114 orang, kami sudah berusaha mengajukan permohonan pengembangan kapasitas agar bisa menampung lebih banyak lagi,” katanya. &nbs
LAPAS KUWALAHAN TAMPUNG WARGA BINAAN

PATI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati masih terkendala pengembangan kapasitas. Sebab sejak beberapa tahun terakhir, fungsi Lapas sebagai tempat narapidana yang mendapat vonis hukuman sering melebihi kapasitas atau overload.   Kasi Bimbingan Napi, Anak Didik dan Kegiatan Kerja pada Lapas Pati Kelas II B, Jumanto mengatakan,  pihaknya masih sangat membutuhkan pengembangan dan perluasan lahan agar bisa mengimbangi jumlah napi dan warga binaan yang ditampung. “Sehingga bisa memenuhi kapasitas ideal sebagai tempat para narapidana menjalani vonis hukuman,” ujar Jumanto.   Dengan jumlah petugas Lapas Pati hanya sebanyak 72 personel dan 28 petugas pengamanan, kata Jumanto, belum bisa mengimbangi jumlah tahanan yang mencapai 200 orang lebih. ”Mengingat idealnya Lapas hanya mampu menampung 114 orang, kami sudah berusaha mengajukan permohonan pengembangan kapasitas agar bisa menampung lebih banyak lagi,” katanya.   Hingga saat ini, warga binaan di Lapas Pati mencapai 272 orang dengan rincian 81 tahanan pria dan tiga tahanan perempuan. Sedangkan narapidana pria sebanyak 187 orang dan narapidana perempuan sebanyak dua orang.   Faktor penyebab overload  daya tampung lapas yang saat ini terjadi,  karena dipicu masih banyaknya tahanan titipan yang ditampung di dalam lapas dan belum mendapatkan vonis hukum tetap.   Selain itu, Jumanto juga mengaku kebutuhan pengembangan kapasitas Lapas terus diajukan, mengingat kondisi bangunannya juga sudah semakin tua. Sehingga perluasan bangunan Lapas sangat dibutuhkan, untuk membantu memaksimalkan fungsi Lapas dalam memberikan pembinaan terhadap penghuninya.   “Sebenarnya, kami sudah melakukan pengajuan pengembangan kapasitas sejak akhir tahun 2013 hingga pertengahan tahun 2014 ini. Tapi, dari Pusat belum merespon permohonan kami,” imbuhnya. (gus)   Sumber : patiekspres.co

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0