Lapas padangsidimpuan Mengudara Di Radio Proxy FM

 
  Padangsidimpuan, INFO_PAS - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Padangsidimpuan mendapat kehormatan diundang sebagai narasumber di Radio Proxy 107,9 FM dalam program The Voice of Voiceless, sebuah acara yang mengangkat “suara yang tidak disuarakan”. Kali ini Lapas Padangsidimpuan berkesempatan untuk menyuarakan curahan hati Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kepada masyarakat umum. MD Sarwono selaku Kalapas Padangsidimpuan mengatakan selain mengangkat curahan hati WBP, ini juga kesempatan untuk sosialisasi tentang lapas dan sistem Pemasyarakatan yang selama ini kurang dimengerti oleh masya

Lapas padangsidimpuan Mengudara Di Radio Proxy FM
 
  Padangsidimpuan, INFO_PAS - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Padangsidimpuan mendapat kehormatan diundang sebagai narasumber di Radio Proxy 107,9 FM dalam program The Voice of Voiceless, sebuah acara yang mengangkat “suara yang tidak disuarakan”. Kali ini Lapas Padangsidimpuan berkesempatan untuk menyuarakan curahan hati Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kepada masyarakat umum. MD Sarwono selaku Kalapas Padangsidimpuan mengatakan selain mengangkat curahan hati WBP, ini juga kesempatan untuk sosialisasi tentang lapas dan sistem Pemasyarakatan yang selama ini kurang dimengerti oleh masyarakat.  “Bukan penjara tapi Pemasyarakatan. Mohon istilah ini dibedakan karena sekarang kami memakai sistem Pemasyarakatan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan memperlakukan WBP secara manusiawi dengan tidak membedakan satu dengan yang lainnya,” kata Kalapas saat menjawab pertanyaan salah seorang pendengar. Menurutnya, jangan kita menempatkan narapidana sebagai “orang-orang bersalah”, namun memposisikan mereka sebagai orang yang tersesat, yang belum terlambat untuk bertobat dan merupakan tanggung jawab kita untuk membantu mereka kembali ke jalan yang benar. “Lapas Padangsidimpuan mengadakan pelbagai macam kegiatan yang bekerjasama dengan beberapa mitra kerja untuk membantu dan mendorong WBP, baik psikis maupun mental. Khusus dibulan Ramadhan, Lapas Padangsidimpuan mengadakan kegiatan Studi Islam Intensif berupa kajian Qur’an mandiri, praktek shalat, qiroati, dan kursus da’i kilat,” tambah Kalapas. Melalui program ini, WBP juga diberi kesempatan secara langsung untuk menyuarakan isi hati mereka, titip salam kepada keluarga atau teman-teman, serta request lagu. “WBP cukup datang ke ruang pengamanan dan petugas disana akan memberikan fasilitas agar WBP bisa terhubung dengan radio melalui pesawat telepon milik kantor,” jelas Sarwono. Program ini cukup menarik perhatian dari masyarakat umum. Hal ini terbukti dari komentar salah seorang pendengar, Dian, “Acara ini sangat menarik. Semoga Kalapas lebih sering menjadi narasumber agar masyarakat lebih mengetahui tentang lapas yang selama ini masih tertutup dimata umum,“ harapnya. (IR)   Kontributor: Adek Marito Siregar

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0