Lapas Pasir Putih Nusakambangan Siap Perang Hadapi ISIS

Liputan6.com, Semarang - Petugas lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah tidak gentar dengan beredarnya rekaman video di Youtube yang berisi ancaman ISIS akan menyerbu Pulau Nusakambangan untuk membebaskan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir. Kalapas Pasir Putih Hendra Eka Putranto mengatakan, pihaknya akan dibantu berbagai pasukan keamanan dan siap untuk menghadapi ISIS. "Di Nusakambangan kan ada regu jaga, ada Kopassus, jadi nggak ada masalah. Silakan saja, kalau mau. Nggak masalah, kita siap semua, kita nggak takut, kita siap perang," kata Kepala Lapas Pasir Putih Hendra Eka Putranto di Cilacap, Senin (13/4/2015). Hendra menyebutkan, tidak ada pengamanan khusus terhadap terpidana kasus terorisme yang menghuni Lapas Pasir Putih. Sebab, mereka diawasi ketat setiap saat. "Di tempat kami ada 38 orang terpidana terorisme. Mereka berada satu blok, petugas blok selalu mengawasi mereka setiap hari," kata Hend

Lapas Pasir Putih Nusakambangan Siap Perang Hadapi ISIS
Liputan6.com, Semarang - Petugas lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah tidak gentar dengan beredarnya rekaman video di Youtube yang berisi ancaman ISIS akan menyerbu Pulau Nusakambangan untuk membebaskan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir. Kalapas Pasir Putih Hendra Eka Putranto mengatakan, pihaknya akan dibantu berbagai pasukan keamanan dan siap untuk menghadapi ISIS. "Di Nusakambangan kan ada regu jaga, ada Kopassus, jadi nggak ada masalah. Silakan saja, kalau mau. Nggak masalah, kita siap semua, kita nggak takut, kita siap perang," kata Kepala Lapas Pasir Putih Hendra Eka Putranto di Cilacap, Senin (13/4/2015). Hendra menyebutkan, tidak ada pengamanan khusus terhadap terpidana kasus terorisme yang menghuni Lapas Pasir Putih. Sebab, mereka diawasi ketat setiap saat. "Di tempat kami ada 38 orang terpidana terorisme. Mereka berada satu blok, petugas blok selalu mengawasi mereka setiap hari," kata Hendra. Dia menuturkan, berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, pembesuk Ba'asyir dan terpidana kasus terorisme lainnya dibatasi. Yaitu, yang boleh berkunjung hanya 5 orang, terdiri dari istri dan anak-anaknya. Tidak heran setiap jadwal kunjungan pada Selasa dan Kamis, jumlah pembesuk terpidana kasus terorisme terlihat banyak. "Itu bukan berarti mereka membesuk Ba'asyir semua. Di tempat kami ada 38 orang, kalau masing-masing dikunjungi 5 orang, tentu akan terlihat sangat banyak," kata Hendra. Hendra menegaskan, pihaknya tetap waspada. Pihak lapas juga berkoordinasi dengan polres, korem, kodim, Kopassus. Helikopter milik TNI Angkatan Darat (AD) juga terus berkeliling. "Pada prinsipnya tidak ada masalah, dia mau mengancam, kita kan Merah Putih, silakan saja, kita siap tempur demi Merah Putih, negara tidak takut dengan teroris," kata Hendra. Dalam video di youtube berjudul Salim News alias Abu Jandal ini, seorang pria mengenakan penutup kepala serta membawa senjata mengancam akan membebaskan Abu Bakar Ba’asyir dari Lapas di Nusakambangan. Dalam video berdurasi 3 menit ini, pemuda yang berseragam tentara ini dengan lantang mengaku akan membebaskan sejumlah terpidana terorisme yang kini menjadi tahanan Polri di Nusakambangan. "Kepada Syechuna Abu Bakar Ba'asyir dan yang berada di penjara thogut, bersabarlah, kami akan membebaskan kalian dengan cara memisahkan badan dan kepala mereka. Kami akan membebaskan dengan tangan mujahidin," demikian salah satu petikan ancaman tersebut. (Mvi) Sumber : Liputan6.com    

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0