Lapas Perempuan Malang Terus Kembangkan Usaha d' PAS' W BAKERY

Malang, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang berhasil memproduksi beraneka kue kering, kue basah, dan roti melalui usaha d' PAS' W BAKERY yang merupakan salah satu produk unggulan sejak dimulai Maret 2016 lalu. Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Malang, Anis Joeliati, mengungkapkan awalnya usaha bakery ini merupakan gagasan dari Kalapas terdahulu, Ngatirah, dengan menggandeng Vincent sebagai penyandang dana yang telah sukses mendirikan bakery di Lapas Narkotika Cipinang Jakarta. “Ini merupakan sebuah brand yang harus dikembangkan. Jika perlu diupayakan hak paten dan merek produksi,” tutur Anies kepada INFO_PAS, Kamis (5/1). Tujuan didirikannya d' PAS' W BAKERY, lanjut Anies, selain sebagai wadah pembinaan keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki juga sebagai bekal saat mereka di luar nanti. Hal ini pun diamini oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Per

Lapas Perempuan Malang Terus Kembangkan Usaha d' PAS' W BAKERY
Malang, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang berhasil memproduksi beraneka kue kering, kue basah, dan roti melalui usaha d' PAS' W BAKERY yang merupakan salah satu produk unggulan sejak dimulai Maret 2016 lalu. Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Malang, Anis Joeliati, mengungkapkan awalnya usaha bakery ini merupakan gagasan dari Kalapas terdahulu, Ngatirah, dengan menggandeng Vincent sebagai penyandang dana yang telah sukses mendirikan bakery di Lapas Narkotika Cipinang Jakarta. “Ini merupakan sebuah brand yang harus dikembangkan. Jika perlu diupayakan hak paten dan merek produksi,” tutur Anies kepada INFO_PAS, Kamis (5/1). Tujuan didirikannya d' PAS' W BAKERY, lanjut Anies, selain sebagai wadah pembinaan keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki juga sebagai bekal saat mereka di luar nanti. Hal ini pun diamini oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Malang, Daryati, selaku penanggung jawab bakery. “Harapannya produk kami bisa dipasarkan di luar lapas,” ucapnya. Sementara itu, Istiana selaku Kepala Sub Seksi Sarana Kerja Lapas Perempuan Malang menjelaskan pihaknya berproduksi setiap hari sesuai dengan order pelanggan, baik dari WBP, pegawai, dan pengunjung atau tamu. “Keterampilan yang mereka miliki didapatkan dari pelatihan pembuatan bakery dengan instruktur Puspa dan Yannie,” terang Istiana. Salah seorang WBP asal Afrika Selatan, Khatlyn Dunn, mengaku senang bisa menjadi bagian dari bakery Lapas Perempuan Malang. “Saya senang dengan adanya bakery ini. Terlibat sebagai salah satu pekerjanya juga bisa menyalurkan bakat saya. Selain itu, saya bisa memilih opsi memakan roti dengan harga relatif murah karena saya tidak terbiasa makan nasi,” tandas Khatlyn.     Kontributor: Lapas Perempuan Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0