LEBARAN, 99 NARAPIDANA HIRUP UDARA BEBAS

SEMARANG - Sebanyak 99 narapidana (napi) di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Jateng akan menghirup udara kebebasan saat Idul Fitri nanti.   Pasalnya mereka mendapatkan remisi atau keringanan hukuman yang sudah disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jateng, Hermawan Yunianto mengungkapkan, dari total 5.781 napi yang diusulkan mendapat remisi, sebanyak 99 napi langsung mendapat remisi khusus (RK) II atau bebas saat Idul FItri.   Dari total 5.781 napi, sebanyak 1.325 di antaranya merupakan usulan dari pusat sedangkan sisanya 4.456 diusulkan oleh daerah. Napi yang mendapatkan RK I sebanyak 5.682 orang. ’’Yang langsung bebas ada 99 napi dan untuk RK I sebanyak 5.682 napi,’’ungkap Hermawan, Kamis (24/7).   Bisa Berubah   Namun da
LEBARAN, 99 NARAPIDANA HIRUP UDARA BEBAS

SEMARANG - Sebanyak 99 narapidana (napi) di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Jateng akan menghirup udara kebebasan saat Idul Fitri nanti.   Pasalnya mereka mendapatkan remisi atau keringanan hukuman yang sudah disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jateng, Hermawan Yunianto mengungkapkan, dari total 5.781 napi yang diusulkan mendapat remisi, sebanyak 99 napi langsung mendapat remisi khusus (RK) II atau bebas saat Idul FItri.   Dari total 5.781 napi, sebanyak 1.325 di antaranya merupakan usulan dari pusat sedangkan sisanya 4.456 diusulkan oleh daerah. Napi yang mendapatkan RK I sebanyak 5.682 orang. ’’Yang langsung bebas ada 99 napi dan untuk RK I sebanyak 5.682 napi,’’ungkap Hermawan, Kamis (24/7).   Bisa Berubah   Namun data tersebut, lanjut dia, masih bisa berubah yakni ada penambahan atau sebaliknya malah berkurang. Penambahan ini terjadi karena adanya usulan tambahan ataupun pembebasan bersyarat. Tetapi jumlah ini bisa juga berkurang jika ada pembatalan usulan karena diketahui telah melakukan pelanggaran di lapas misalnya saja berkelahi ataupun pelanggaran lain yang bisa memperberat hukuman.   Dari jumlah tersebut, Hermawan menyatakan, belum ada napi dari kasus korupsi yang bebas secara langsung saat Idul Fitri nanti. ’’Masih bisa bertambah atau juga berkurang tergantung jika ada tambahan usulan atau mungkin ada yang dibatalkan karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran dalam lapas atau rutan,’’paparnya.   Dari 24 lapas dan 20 rutan yang ada, lanjut dia, sudah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait membludaknya pembesuk pada masa lebaran nanti. Menurutnya, masing-masing lapas dan rutan sudah membentuk satuan tugas (satgas) menyongsong lebaran bahkan sejak bulan Ramadhan dimulai. Tercatat sedikitnya ada 1.500 pegawai yang bekerja di lapas dan rutan.   ’’Mulai H-7 hingga H+7, petugas tidak boleh ada yang cuti. Tidak ada dalam sejarah itu Lebaran pegawai lapas cuti, semua dimaksimalkan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan sudah dibentuk satgas bahkan sejak awal Ramadan,’’ imbuhnya. (J14,J17-90)   Sumber: http://www.suaramerdeka.com/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0