LP PEKALONGAN SELENGGARAKAN KELAS CREATIVE WRITING DAN CREATIVEPRENEUR

Pekalongan, INFO_PAS - Dalam rangka meningkatkan kemampuan dibidang kepenulisan serta menumbuhkan semangat warga binaan pemasyarakatan (WBP)  untuk berwirausaha, Lapas Pekalongan menyelenggarakan KelasCreative Writing dan Creativepreneur, Sabtu (17/5). Kegiatan yang diikuti 50 WBP Lapas Pekalongan yang tergabung dalam Kelas Inspirasi ini merupakan hasil kerjasama Lapas Pekalongan dengan Akademi Berbagi Pekalongan. Hadir sebagai narasumber creative writing yakni M. Dirhamzah yang merupakan jurnalis dan pemerhati sejarah Pekalongan.“Lapas Pekalongan merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Pekalongan. Namun belum banyak yang tahu sejarah lapas ini. Bahkan tidak banyak yang tahu jika Ki Hajar Dewantara pernah dipenjara di lapas ini selama tiga bulan mulai bulan Pebruari tahun 1921. I

LP PEKALONGAN SELENGGARAKAN KELAS CREATIVE WRITING DAN CREATIVEPRENEUR
Pekalongan, INFO_PAS - Dalam rangka meningkatkan kemampuan dibidang kepenulisan serta menumbuhkan semangat warga binaan pemasyarakatan (WBP)  untuk berwirausaha, Lapas Pekalongan menyelenggarakan KelasCreative Writing dan Creativepreneur, Sabtu (17/5). Kegiatan yang diikuti 50 WBP Lapas Pekalongan yang tergabung dalam Kelas Inspirasi ini merupakan hasil kerjasama Lapas Pekalongan dengan Akademi Berbagi Pekalongan. Hadir sebagai narasumber creative writing yakni M. Dirhamzah yang merupakan jurnalis dan pemerhati sejarah Pekalongan.“Lapas Pekalongan merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Pekalongan. Namun belum banyak yang tahu sejarah lapas ini. Bahkan tidak banyak yang tahu jika Ki Hajar Dewantara pernah dipenjara di lapas ini selama tiga bulan mulai bulan Pebruari tahun 1921. Itulah pentingnya menulis karena kalau tidak ditulis maka sejarah itu akan hilang,” ujarnya saat membawakan materi Sejarah Lapas Pekalongan. Pada kesempatan yang sama, narasumber creative writing lainnya yakni Adi Toha yang merupakan salah satu penulis produktif dari Pekalongan, membawakan materi Menulis dalam Keterbatasan. “Banyak tokoh-tokoh dunia yang menghasilkan maha karyanya di penjara. Salah satunya Presiden pertama RI, Ir.Soekarno. Dari balik jeruji penjara Sukamiskin, ia menulis pledoi Indonesia Menggugat yang menjadi salah satu tonggak kebangkitan semangat bangsa Indonesia dalam melawan panjajahan Belanda selama ratusan tahun,” tutur Adi. Selain materi creative writing, kegiatan juga diisi materi creativepreneur yang dibawakan oleh Muhammad Teguh Pujianto. Ia merupakan pemilik industri kreatif Goedang Kaos yang memproduksi kaos dan merchandise khas Pekalongan. “Kunci dasar dari kreatif adalah berbeda, out of the box. Jika di Pekalongan sudah banyak usaha batik, jangan buka usaha batik lagi. Cari yang lain. Kita harus bangun kepercayaan yang positif. Percaya atas ide kreatif yang kita miliki lalu realisasikan itu,” serunya. Sementara itu Kalapas Pekalongan, Suprapto, menyambut baik kegiatan ini. “Kami ucapkan terima kasih kepada narasumber dan Akademi Berbagi Pekalongan atas terselenggaranya kegiatan ini, sehingga kami bisa mengetahui sejarah Lapas Pekalongan di waktu lampau. Terkait dengan kegiatan Kelas Inspirasi, saat ini kami sedang mengumpulkan cerpen karya WBP yang akan diterbitkan buku,” ucap Kalapas. Selain WBP, kegiatan ini turut diikuti oleh 10 pegawai Lapas Pekalongan dan 10 relawan Akademi Berbagi Pekalongan. Kegiatan juga diramaikan oleh penampilan grup musik akustik WBP Lapas Pekalongan, Suara Hati, yang membawakan lagu Sepohon Kayu dan Sama-Sama, ciptaan WBP Lapas Pekalongan, M. Rokhim. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian bantuan berupa buku dari Adi Toha dan Akademi Berbagi Pekalongan yang ditujukan untuk meningkatkan minat baca WBP Lapas Pekalongan.   Kontributor : M. AnangSaefulloh (LapasPekalongan)  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0