Mahasiswa Apresiasi Kinerja Lapas Banjar

BANJAR – Penangkapan Agung (44) bin Supra —napi yang kabur saat disuruh membeli obat di RSUD Kota Banjar— oleh tim khusus Lapas Kelas III Banjar mendapat acungan jempol dari Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) STISIP Bina Putra Banjar Gerry GM. “Saya apresiasi khususnya Kepala Lapas Banjar (Drs Dadang Sudrajat MSi, Red) yang berhasil meringkus kembali Agung,” ujar Gerry kepada Radar, Rabu (17/12/2014). Gerry menjelaskan alasan memberikan apresiasi. Menurut dia, petugas lapas sudah rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi menangkap Agung yang dikenal sebagai ketua banjing loncat. Penangkapan napi kasus pencurian dengan kekerasan itu, tambah dia, ini merupakan bukti bahwa petugas benar-benar bekerja. “Upaya petugas lapas ini merupakan bukti nyata bahwa mereka itu sunggung-sungguh bekerja,” tegas dia. Meski petugas berhasil kemballi meringkus Agung, kata dia, kasus kaburnya warga binaan tidak boleh lagi terjadi. Petugas lap

Mahasiswa Apresiasi Kinerja Lapas Banjar
BANJAR – Penangkapan Agung (44) bin Supra —napi yang kabur saat disuruh membeli obat di RSUD Kota Banjar— oleh tim khusus Lapas Kelas III Banjar mendapat acungan jempol dari Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) STISIP Bina Putra Banjar Gerry GM. “Saya apresiasi khususnya Kepala Lapas Banjar (Drs Dadang Sudrajat MSi, Red) yang berhasil meringkus kembali Agung,” ujar Gerry kepada Radar, Rabu (17/12/2014). Gerry menjelaskan alasan memberikan apresiasi. Menurut dia, petugas lapas sudah rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi menangkap Agung yang dikenal sebagai ketua banjing loncat. Penangkapan napi kasus pencurian dengan kekerasan itu, tambah dia, ini merupakan bukti bahwa petugas benar-benar bekerja. “Upaya petugas lapas ini merupakan bukti nyata bahwa mereka itu sunggung-sungguh bekerja,” tegas dia. Meski petugas berhasil kemballi meringkus Agung, kata dia, kasus kaburnya warga binaan tidak boleh lagi terjadi. Petugas lapas harus memperketat pengawasan terhadap napi. Karena, kaburnya napi ini sempat muncul isu miring. Dia berharap rencana MoU (memorandum of understanding) antara Kemenkum-HAM dengan TNI dalam menjaga lapas cepat terwujud. Hal itu agar para petugas lapas terbantu dalam memperkuat pengawasan para narapidana. Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas III Banjar Drs Dadang Sudrajat MSi mengakui kritikan khususnya kepada dirinya selaku kepala lapas sangat banyak sejak kasus ini terjadi. Penangkapan kembali Agung merupakan bukti bahwa isu miring yang sempat muncul tidak benar. Sebelumnya, Dadang membeberkan pelarian Agung selama lima bulan. Dari RSUD Kota Banjar, Agung naik angkot ke Terminal Banjar lalu dijemput istrinya yang beralamat di Majalengka dan menginap satu malam di sana. Kemudian, Agung pergi dengan membawa kabur uang sebesar Rp 5 juta milik istrinya. Dari Majalengka, Agung pergi ke Cirebon, Purwokerto sampai ke Bekasi. Di daerah itu, Agung akan menjual mobil. Kendaraan tersebut hasil rampasan dari salah satu rental mobil di Bandung. Informasi itu tercium pihak Lapas Banjar. Makanya, tim khusus meluncur ke Bekasi dan berhasil menangkap Agung. Dadang menuturkan Agung memiliki empat orang istri masing-masing beralamat di Kabupaten Garut, Kota Banjar, Cimaragas (Kabupaten Ciamis) dan Kabupaten Majalengka. Sebelum melarikan diri, Agung sempat menipu temannya di dalam lapas sebesar Rp 15 juta. “Agung ini merupakan ketua bajing loncat yang sering beraksi di Karawang,” jelasnya. (agp)   Sumber : radartasikmalaya.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0