Mencoba Suap Sipir, Napi Narkoba Dilaporkan ke BNN

Tanjungpinang – Putranto alias Aheng (30) ketahuan memiliki narkotika jenis sabu di dalam Rumah Tahanan Negara Kelas I Tanjungpinang. Bahkan, narapidana kasus narkoba ini berusaha menyogok sipir agar tak dilaporkan ke pihak yang berwenang. Hal itu diungkapkan Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang Kunrat Kasmiri, Senin (5/10).”Narapidana itu bernama Aheng. Ia berusaha menyogok kami,” katanya. Aheng ditangkap dengan narapidana kasus narkoba lainnya, RD, dalam sebuah razia pada 29 September lalu, sekitar pukul 23.30. Dari tangan masing-masing ditemukan narkotika jenis sabu-sabu. Aheng berusaha membujuk sipir rutan agar kasusnya tidak dilaporkan. Pasalnya, Aheng akan bebas pada 4 Oktober.”Kami langsung laporkan ke Badan Narkotika Nasional Kota Tanjungpinang,” ungkapnya. Beberapa jam kemudian, Kepala BNN Kota Tanjungpinang AKBP Ahmad Yani bersama anggotanya tiba di rutan, Rabu (30/9). Aheng lalu diinterogasi mengenai kepemilikan sabu-sabu tersebut. Set

Mencoba Suap Sipir, Napi Narkoba Dilaporkan ke BNN
Tanjungpinang – Putranto alias Aheng (30) ketahuan memiliki narkotika jenis sabu di dalam Rumah Tahanan Negara Kelas I Tanjungpinang. Bahkan, narapidana kasus narkoba ini berusaha menyogok sipir agar tak dilaporkan ke pihak yang berwenang. Hal itu diungkapkan Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang Kunrat Kasmiri, Senin (5/10).”Narapidana itu bernama Aheng. Ia berusaha menyogok kami,” katanya. Aheng ditangkap dengan narapidana kasus narkoba lainnya, RD, dalam sebuah razia pada 29 September lalu, sekitar pukul 23.30. Dari tangan masing-masing ditemukan narkotika jenis sabu-sabu. Aheng berusaha membujuk sipir rutan agar kasusnya tidak dilaporkan. Pasalnya, Aheng akan bebas pada 4 Oktober.”Kami langsung laporkan ke Badan Narkotika Nasional Kota Tanjungpinang,” ungkapnya. Beberapa jam kemudian, Kepala BNN Kota Tanjungpinang AKBP Ahmad Yani bersama anggotanya tiba di rutan, Rabu (30/9). Aheng lalu diinterogasi mengenai kepemilikan sabu-sabu tersebut. Setelah diinterogasi, Aheng dititipkan hingga ia bebas dari masa tahanan. Aheng lalu dimasukkan ke dalam sel isolasi hingga masa tahanannya habis pada 4 Oktober.”Saat napi itu mau bebas, petugas BNN sudah menunggu di rutan. Ia langsung dibawa,” ucap Kunrat. Untuk diketahui, Aheng divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tanjungpinang Juli lalu. Sedangkan RD dihukum empat tahun penjara. Keduanya diduga saling berkaitan.(surya) Sumber : regalianews.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0