Mendesak Rutan Khusus Anak

SAMARINDA - Anak-anak yang terjerat kasus, kemudian menjalani masa tahanan di penjara dewasa, berkontribusi dalam memengaruhi kondisi psikis anak tersebut. Berkaca pada hal itu, Hakim Anak di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Zaenal Arifin mengatakan perlu dibangun rumah tahanan khusus anak-anak.

“Mungkin (penjara anak) bisa jadi solusi untuk menekan anak-anak pelaku kejahatan kembali ke dalam penjara. Saya rasa rutan dan Lembaga Pemasyarakatan di Samarinda belum memenuhi fasilitas tersebut,” katanya ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

“Takutnya, anak bukan menyesali perbuatan sebelumnya (jika ditempatkan di penjara dewasa) bahkan akan kembali karena pengaruh selama dalam tahanan. Tidak etis mencampur tahanan anak dengan tahanan dewasa. Ingat, mereka tetap anak-anak,” lanjutnya.

Penjara anak diharap dapat mendidik. Seperti dalam Pasal 24

Mendesak Rutan Khusus Anak

SAMARINDA - Anak-anak yang terjerat kasus, kemudian menjalani masa tahanan di penjara dewasa, berkontribusi dalam memengaruhi kondisi psikis anak tersebut. Berkaca pada hal itu, Hakim Anak di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Zaenal Arifin mengatakan perlu dibangun rumah tahanan khusus anak-anak.

“Mungkin (penjara anak) bisa jadi solusi untuk menekan anak-anak pelaku kejahatan kembali ke dalam penjara. Saya rasa rutan dan Lembaga Pemasyarakatan di Samarinda belum memenuhi fasilitas tersebut,” katanya ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

“Takutnya, anak bukan menyesali perbuatan sebelumnya (jika ditempatkan di penjara dewasa) bahkan akan kembali karena pengaruh selama dalam tahanan. Tidak etis mencampur tahanan anak dengan tahanan dewasa. Ingat, mereka tetap anak-anak,” lanjutnya.

Penjara anak diharap dapat mendidik. Seperti dalam Pasal 24 Ayat 1 ke-b tentang perlindungan anak. Disebutkan, "Anak bermasalah akan dikembalikan kepada negara untuk mengikuti pendidikan”.

Lebih jauh dia menjelaskan, kejahatan dengan pelaku anak besar dipengaruhi faktor lingkungan. Lingkungan yang sehat berkontribusi penting untuk menekan jumlah kejahatan anak.

Senanda dikatakan Kabid Perlindungan Anak dan Perempuan, Badan Pemberdayaan Perempuan, Kaltim, Hardiana. Dia juga menganjurkan pemerintah segera membangun penjara khusus anak. “Percuma dihukum, kalau keluarnya malah jadi penjahat profesional,” ujarnya. Pihaknya bersama instansi terkait di pemerintahan, diharapkan segera merealisasikan rencana itu.

“Kami masih memikirkan nama untuk LP atau Rutan khusus anak ini nantinya. Namanya yang tidak menakutkan. Kalau penjara sepertinya terlalu menakutkan untuk anak,” ujarnya.

Ia juga akan menganjurkan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda untuk membuat ruang sidang khusus anak dengan desainnya tidak selaku ruang sidang dewasa.

Semua rencana itu sebenarnya sudah dituangkan dalam perencanaan Kota Layak Anak (KLA). Yakni kota ramah dengan kehidupan anak.

Kaltim Post baru-baru ini pernah mengunjungi Rutan Kelas IIA Sempaja, Samarinda. Di rutan ini, tahanan khusus anak ada di sisi kiri dari pintu masuk rutan.

Desainya tidak seperti penjara dewasa, bahkan terlihat seperti ruang belajar. Ada perpustakaan dan tempat membaca. “Anak-anak pastinya dipisah dengan dewasa,” kata Kepala Rutan Moh Ikhsan.

Diketahui, anak-anak pelaku kejahatan yang kini harus mendekam di balik jeruji besi angkanya di atas seratus. Itu yang tercatat di lima lembaga pemasyarakatan dan empat rumah tahanan di Kaltim. Totalnya, seperti tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Kanwil Kaltim, ada 189 anak. Yakni, hingga Oktober tahun ini tercatat 112 anak yang sudah melalui proses peradilan (narapidana) dan 77 anak yang ditahan belum melalui proses peradilan (tahanan). (*/fch/*/fla/far/k1)

Sumber: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/3789/mendesak-rutan-khusus-anak.html

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0