Modul PK Online, Akselerasi Jumlah dan Kualitas PK

Bandung, INFO_PAS, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terus berupaya meningkatkan kualitas Pembimbing Kemasyarakatan (PK) mengingat perannya sebagai garda terdepan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan dalam hal pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan klien Pemasyarakatan. Tahun 2012 lalu, Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak telah berhasil menyusun Modul Pembimbing Kemasyarakatan dan telah disosialisasikan melalui Bimtek Online dan Ujian Online bagi pegawai Pemasyarakatan untuk menjadi Pembantu PK.
 Untuk mengoptimalkan Modul PK dan Model Litmas yang telah ada, maka Ditjenpas melalui Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak menyelenggarakan  Bimtek Modul PK dan Model Litmas Online, bertempat di Hotel Grand Aquila Bandung, 22-24 Mei 2013.
 ”PK harus mempersiapkan diri agar amanat UU SPPA dapat dilaksanakan secara optimal”, sebut Sri Zumaeriyah, Kasubdit Penelitian dan Kemasyar

Modul PK Online, Akselerasi Jumlah dan Kualitas PK
Bandung, INFO_PAS, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terus berupaya meningkatkan kualitas Pembimbing Kemasyarakatan (PK) mengingat perannya sebagai garda terdepan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan dalam hal pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan klien Pemasyarakatan. Tahun 2012 lalu, Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak telah berhasil menyusun Modul Pembimbing Kemasyarakatan dan telah disosialisasikan melalui Bimtek Online dan Ujian Online bagi pegawai Pemasyarakatan untuk menjadi Pembantu PK.
 Untuk mengoptimalkan Modul PK dan Model Litmas yang telah ada, maka Ditjenpas melalui Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak menyelenggarakan  Bimtek Modul PK dan Model Litmas Online, bertempat di Hotel Grand Aquila Bandung, 22-24 Mei 2013.
 ”PK harus mempersiapkan diri agar amanat UU SPPA dapat dilaksanakan secara optimal”, sebut Sri Zumaeriyah, Kasubdit Penelitian dan Kemasyarakatan, Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, pada pembukaan acara Bimtek Modul PK dan Model Litmas Online.
 Tugas dan fungsi PK dimulai sejak proses pra ajudikasi hingga post ajudikasi, sejak klien Pemasyarakatan menjadi tersangka, proses peradilan,  hingga  melaksanakan pidana di lapas bahkan hingga proses integrasi sosial, saat klien menjalani pembebasan bersyarat. Terlebih lagi kehadiran UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) menjadikan peran petugas PK semakin strategis dalam penanganan anak dalam proses hukum dengan mengedepankan kepentingan terbaik anak.
 ”Agar hal tersebut dapat tercapai, selain melalui pendidikan dan pelatihan secara berjenjang dan terpadu, dibutuhkan sebuah upaya yang cepat untuk meningkatkan kualitas PK”, Sri menambahkan.
 Modul PK  online ini digunakan sebagai sebuah bahan belajar mandiri yang memuat informasi mengenai bapas dan tugas-tugasnya. Melalui Modul PK Online, Ditjenpas dapat melakukan percepatan jumlah PK dan peningkatan kualitas PK dengan cara yang cepat dan murah.
 Sri Zumaeriyah, sebagai ketua penyelenggara bimtek mengatakan bahwa selain mensosialisasikan modul bagi PK, kegiatan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petugas Pemasyarakatan serta bertujuan untuk menghasilkan suatu pemahaman yang komprehensif mengenai Modul PK dan Model Litmas yang kini ada sesuai dengan konteks kekinian, khususnya dalam melaksanakan amanat UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
 “Harapan yang paling mendasar dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak sekedar memberikan bekal pengetahuan melalui  modul PK dan model litmas, melainkan bagaimana petugas PK dapat memberikan pelayan prima terhadap setiap klien selaras dengan cita-cita Pemasyarakatan”, ujar Sri yang saat ini telah di lantik menjadi Kepala Bapas Jakarta Pusat
Sebanyak 43 orang peserta bimtek yang terdiri dari PK Bapas dari wilayah DKI, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Selatan dan Lampung, dibekali dengan materi Teknik dan Ketrampilan dalam Praktek Penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (litmas) dengan narasumber Meity Subhardini, M.Si. (Akademisi Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial).
 Ada pula materi tentang Peranan PK dalam Implementasi UU SPPA yang disampaikan oleh  Wakil Ketua PN Cibinong Hj. Diah Sulastri Dewi, SH, Hakim yang telah lama berkecimpung di dunia peradilan Anak. Peserta juga dibekali dengan materi teknik dan ketrampilan wawancara klien anak dan klien risiko tinggi (kasus narkotika, terorisme dan korupsi) oleh Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si, Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia.
 Salah satu peserta bimtek dari Bapas Wonosari, mengatakan bahwa bimtek ini sangat berguna bagi dirinya, sehingga semakin mengerti tentang tugas, fungsi dan peran PK. “Bimtek ini akan menjadi bekal bagi saya dalam melaksanakan tugas”, kata Sutriya. “Hasil dari bimtek ini akan saya tularkan kepada teman-teman PK di Wonosari.” katanya lagi.
 Sementara itu Agus Riyanto, pejabat yang akan menggantikan Sri Zumaeriyah pada posisi Kasubdit Penelitian Kemasyarakatan menyatakan dirinya akan melanjutkan penyusunan model Penelitian kemasyarakatan (Litmas) yang baku agar dalam penyusunan hingga penggunaannya, Litmas memiliki suatu standar yang jelas. ”Format litmas yang yang disusun harus sesuaikan dengan konteks kekinian dan instrumennya akan membantu dan memudahkan PK dalam membuat litmas”, ungkap Agus.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0