Musnahkan 745 Buah Handphone Hasil Sitaan

Musnahkan 745 Buah Handphone

Pemusnahan Handphone hasil sitaan dan rampasan oleh Kanwil Hukum dan Ham Jatim bapak Indro Purwoko, dan Kepala BNN Jatim Brigjen Pol Iwan didampingi Kalapas Kls I Malang Herry
Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-50 Tingkat Jawa Timur berlangsung, Minggu (27/4) di Lembaga Pemasyarakatan kls I Malang. Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan 745 handphone hasil sitaan di 18 lembaga pemasyarakatan yang ada di Jawa Timur. Tampak hadir dalam kegiatan kemarin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Indro Purwoko, dan Kepala BNN Jatim Brigjen Pol Iwan Ibrahim , Kalapa

Musnahkan 745 Buah Handphone

Pemusnahan Handphone hasil sitaan dan rampasan oleh Kanwil Hukum dan Ham Jatim bapak Indro Purwoko, dan Kepala BNN Jatim Brigjen Pol Iwan didampingi Kalapas Kls I Malang Herry
Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-50 Tingkat Jawa Timur berlangsung, Minggu (27/4) di Lembaga Pemasyarakatan kls I Malang. Seusai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan 745 handphone hasil sitaan di 18 lembaga pemasyarakatan yang ada di Jawa Timur. Tampak hadir dalam kegiatan kemarin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Indro Purwoko, dan Kepala BNN Jatim Brigjen Pol Iwan Ibrahim , Kalapas Kls I Malang, Herry Wahyudiono serta para tamu undangan, termasuk para Kalapas di Jawa Timur. Kegiatan yang mengambil tema ”Dengan Tahun Emas Kita Wujudkan Pemasyarakatan Yang Inovatif, Bersih Dan Bermatabat” juga diisi kegiatan hiburan dan pameran hasil-hasil kerajinan warga binaan. Kalapas Klas I Lowokwaru Herry Wahyudiono menjelaskan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Muspida di Malang Raya maupun perwakilannya yang ikut hadir dalam memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke 50 tahun yang kebetulan Lapas Klas I Malang dipercaya untuk menjadi tuan rumah. “Dengan hadirnya para teman teman yang ada di 18 lingkungan lembaga pemasyarakatan Hukum dan HAM se Jawa timur membuktikan telah terjalinnya sinergitas antar lembaga kemasyarakat yang ada di Jawa Timur. Mereka datang kesini juga menampilkan hasil karja para masyarakat binaannya. Termasuk baik dalam bentuk hasil kerajinan maupun dalam seni tarian tradisional. Mulai dari miniatur Kapal Pinisi, sangkar burung serta pernik pernik lainnya,” ujar Herry. Yang sangat penting pada puncaknya diadakannya pemusnakan massal handphone hasil sitaan maupun rampasan hasil penggeledahan kamar maupun blok hunian serta pemeriksaan kunjungan di lapas, rutan, cabang rutan se Jatim. Selaku Kalapas, dia berharap dalam usia yang sudah setengah abad ini tentunya Lapas semakin baik lagi, baik itu dalam hal inovasi pelayanan, khusus di bidang kerohanian serta pemberian Ilmu keterampilan kepada semua masyarakat binaan. Isu-isu pemasyarakatan yang kurang nyaman dibantah oleh salah satu anggota masyarakat yang ada di lembaga pemasyarakatan Kelas I Malang, sebut saja namanya Suef. Pasalnya, selama di Lapas, pria asal Banyuwangi ini memiliki kreativitas yang sangat tinggi. Lewat tangan dinginnya, dia mampu membuat kapal Pinisi dari kayu jati muda dengan harga jutaan rupiah. Dalam acara tersebut, kapal buah tangganya yang dibandrol seharga Rp 4,5 juta laku terjual dengan harga Rp 3 juta. Suef, yang juga mahasiswa semester akhir di salah satu universitas swasta di Kota Malang ini menuturkan, ia saya sudah hampir 2,5 tahun menjalani hukuman di Lapas. “Insya Allah sebelum lebaran saya bisa keluar mas. Selama saya di sini, banyak ilmu yang saya dapat mulai dengan kerajinan pembuatan perahu juga siraman rohani, agar lebih dekat lagi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang kami rasakan selama ini para penjaga atau sipir di LP Lowokwaru ini seperti teman saja. Karena mereka memperlakukan kita seperti orang biasa tidak ada yang dibeda bedakan,” ujarnya. Sebagai manusia, selama menjalani hukuman, Suef mengaku sangat kangen sama keluarga. Setelah keluar nanti , dia tidak mau lagi berurusan dengan narkoba yang telah menjeratnya dan mengantarkan ke penjara. Ia berjanji tidak mau mengulangi lagi. “Masuknya saya di sini banyak hikmah yang saya dapatkan. Saya mampu membuat kerajinan kayu menjadi sebuah kapal penisi. Itu yang memotivasi saya untuk kembangkan bakat saya ini bila saya sudah selesai menjalin tahanan. Sebenarnya tidak sulit untuk membuat satu buah miniatur kapal pinisi ini . Saya bisa membuatnya dalam 1 bulan saja. Tapi kalau di LP ini memang tidak bisa cepat maksimal 2 hingga 2.5 bulan karena faktor waktu,” tuturnya. Kapal phinisi asal Bugis Makasar setelah laku terjual, uangnya digunakan untuk membeli bahan pembuatan lagi. “Kami hanya diberikan uang jajan saja. Tapi yang terpenting karya kami bisa dihargai ,” akunya. Dalam peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke 50 tersebut juga diisi beragam kegiatan seperti antraksi hingga hiburan yang ditampilkan oleh masyarakat binaan Lapas Klas I Malang ini. Salah satunya gerak seni bela diri Capoeira yang dimainkan masyarakat binaan LP Lowokwaru Klas I Malang, Tari Gandrung asal Banyuwangi yang diperagakan oleh masyarakat binaan Lapas Wanita Sukun serta marching band Lapas Anak Blitar ikut tampil dalam Harbapas ke-50 Tahun tersebut.(fik) Sumber : memoarema.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0