Napi Makin Sulit Dapat Perawatan Kesehatan, Apa Sebabnya..?

Samarinda – Penghentian layanan kesehatan rumah sakit Jamkesda berimbas hingga Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Samarinda. Sebab, selama ini biaya perawatan narapidana dan tahanan sakit yang dirujuk ke rumah sakit, mengandalkan Jamkesda. Sementara itu, integrasi asuransi kesehatan Jamkesda ke BPJS Kesehatan disebut belum memungkinkan. “Tadi, kami sudah berdiskusi dengan Pak Wali. Beliau akan membantu peralihan ke Jamkesprov (jaminan kesehatan provinsi),” terang Kepala Rutan Klas IIA Samarinda Raden Mas Christio Nugroho. Kabarnya, Jaang pun sudah mengimbau rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial agar tidak mempersulit proses perawatan para tahanan. “Sebab, terkadang atasan bilang oke, ternyata bawahannya kurang merespons. Makanya, sekalian dipastikan,” imbuh Christio. Saat ini, pihaknya sedang mengumpulkan dan memverifikasi data nomor induk kependudukan (NIK) para penghuni rutan. Masalah lain yang mereka hadapi adalah tahanan yang tidak me

Napi Makin Sulit Dapat Perawatan Kesehatan, Apa Sebabnya..?
Samarinda – Penghentian layanan kesehatan rumah sakit Jamkesda berimbas hingga Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Samarinda. Sebab, selama ini biaya perawatan narapidana dan tahanan sakit yang dirujuk ke rumah sakit, mengandalkan Jamkesda. Sementara itu, integrasi asuransi kesehatan Jamkesda ke BPJS Kesehatan disebut belum memungkinkan. “Tadi, kami sudah berdiskusi dengan Pak Wali. Beliau akan membantu peralihan ke Jamkesprov (jaminan kesehatan provinsi),” terang Kepala Rutan Klas IIA Samarinda Raden Mas Christio Nugroho. Kabarnya, Jaang pun sudah mengimbau rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial agar tidak mempersulit proses perawatan para tahanan. “Sebab, terkadang atasan bilang oke, ternyata bawahannya kurang merespons. Makanya, sekalian dipastikan,” imbuh Christio. Saat ini, pihaknya sedang mengumpulkan dan memverifikasi data nomor induk kependudukan (NIK) para penghuni rutan. Masalah lain yang mereka hadapi adalah tahanan yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP). “Tapi, Pak Wali bilang, asalkan ada surat keterangan dari saya, penghuni rutan yang sakit bakal langsung ditangani,” tandasnya. Diwawancarai terpisah, dokter Poliklinik Rutan Klas IIA Samarinda Rita Rosadi mengatakan, tak semua penyakit penghuni bisa mereka tangani. Itu tidak lepas dari minimnya kelengkapan obat dan peralatan medis. “Ada juga yang menderita tuberkulosis, stroke, ataupun jantung yang terkadang harus butuh rujukan ke rumah sakit,” ungkap perempuan berjilbab itu.(*/nyc/*/ndy/k8) Sumber : kaltim.prokal.co  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0