Narapidana Berilmu Hitam Taubat di Rutan

Simeulue - Masih ingat Denai Subardi, (38) seorang maling berilmu hitam yang ditangkap polisi 22 Januari 2015 di Simeulue? Selama dalam penjara maling sangat ditakuti warga tersebut mulai berubah. Ia bahkan mulai mendalami ilmu agama di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Simeulue dengan membaca Al-quran bersama rekan-rekannya yang kini tengah menjalani masa hukuman di hotel prodeo itu. Perubahan sikap Denai disampaikan perwakilan Rutan Kabupaten Simeulue Suparman SH yang ditemui Habadaily.com, Sabtu (10/11/15). Suparman mengatakan Denai berubah drastis sejak ia di penjara. "Alhamdulillah, setelah resmi vonis dan ditempatkan di rutan Denai jauh berubah. Ia seperti suadah taubat, ulunya dibilang orang ditakuti kini sudah semakin fasih mengaji dari sebelumnya tidak tau," kata Suparman. Bahkan sebut Suparman, perubahan sikap Denai diawali pihak rutan yang terus melakukan pembinaan dan pendekatan secara kekeluargaan kepada para napi, dan ternyata dari 66 orang napi da

Narapidana Berilmu Hitam Taubat di Rutan
Simeulue - Masih ingat Denai Subardi, (38) seorang maling berilmu hitam yang ditangkap polisi 22 Januari 2015 di Simeulue? Selama dalam penjara maling sangat ditakuti warga tersebut mulai berubah. Ia bahkan mulai mendalami ilmu agama di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Simeulue dengan membaca Al-quran bersama rekan-rekannya yang kini tengah menjalani masa hukuman di hotel prodeo itu. Perubahan sikap Denai disampaikan perwakilan Rutan Kabupaten Simeulue Suparman SH yang ditemui Habadaily.com, Sabtu (10/11/15). Suparman mengatakan Denai berubah drastis sejak ia di penjara. "Alhamdulillah, setelah resmi vonis dan ditempatkan di rutan Denai jauh berubah. Ia seperti suadah taubat, ulunya dibilang orang ditakuti kini sudah semakin fasih mengaji dari sebelumnya tidak tau," kata Suparman. Bahkan sebut Suparman, perubahan sikap Denai diawali pihak rutan yang terus melakukan pembinaan dan pendekatan secara kekeluargaan kepada para napi, dan ternyata dari 66 orang napi dan tahanan titipan, Denai cepat beradaptasi. "Dari banyaknya warga binaan kita, termasuk sejumlah tahanan titipan Denai cepat menyerap ilmu, cepat tau, sehingga meskipun baru di rutan,luar biasa otaknya, encer," puji Suparman. Denai bersama puluhan rekannya itu, mengikuti program rutin pengajian sekitar 2-3 jam setiap harinya yang digelar pihak Rutan. Selain program cara berkebun, baca buku serta kegiatan sosial lainnya. Memang pada Denai resmi menempati rutan Simeulue, petugas dan napi sempat cemas namun karena pendekatan dan pembinaan dilakukan secara kekeluargaan, sehingga sosok Denai menjadi betah dan tidak menjadi momok ditakuti. Padahal kondisi rutan Simeulue yang hanya berkontruksi kayu bahkan kini sudah lapuk serta pagar berduri dan yang dilapisi seng, namun para binaan Rutan semuanya betah karena menerapkan sistim rasa keadilan. Dengan menerapkan berlaku adil serta samakan hak para napi tersebut, meskipun bangunan fisik rutan Simeulue, sangat darurat tidak terjadi insiden keributan sesama napi yang didominasi kasus narkoba, kasus penganiayaan serta kasus lainnya. Saat ini Denai yang menempati kamar nomor 5 di Rutan Simeulue. Ia menjalani masa hukuman atas kasus pencurian. Dalam kamar itu juga ada Ali Uhar SP napi pindahan dari Rutan Banda Aceh terkait kasus korupsi PDKS, Pada Juli 2015, Denai divonis tiga tahun penjara. Denai ini hampir empat tahun menjadi buronan paling dicari kepolisian Simeulue. Namun maling berilmu hitam itu berhasil ditangkap bersama komplotannya, Kamis dinihari 22 Januari 2015. Sebelum tertangkap Denai bersama rekannya sangat meresahkan 92 ribu warga Simeulue. Mereka telah sukses menguras sekitar 50 rumah warga namun sulit ditangkap karena gerombolan ini dikenal memiliki ilmu hitam.(jp) Sumber : habadaily.com  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0