Narkoba Diatur dari LP, Lapas Narkotika Cilacap Digeledah

CILACAP, (PRLM).- Polres Cilacap Jawa Tengah menggeledah Lembaga Pemasyaratan Narkotika Nusakambangan, Jumat (20/1/12). Penggeledahan di Lapas Narkotika dilakukan terkait perederan narkoba golongan IV yang dilakukan salah seorang napi. Penggeledahan dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Anung Suryadi menangkap seorang pembesuk napi yang akan menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas. "Narkoba tersebut atas pesanan dari salah seorang napi," kata Wakil Kepala Polres Cilacap, Komisaris Polisi Syarif Rahman, di Cilacap, Jumat. Satuan Serse sudah melakukan pemantauan penyelundupan narkoba ke Lapas Narkotik sudah sejak sebulan lalu. Saat pemantauan di Dermaga Penyeberangan Wijayapura pada Senin (16/1) pukul 07.00 WIB, tim melakukan penggledehan ke semua pengunjung. Dari salah seorang pengunjung bernama Bejo Priyatno alias Yanto alias Toto petugas menemukan obat Xanax Alprazolam jenis psikotropika golongan IV nomor urut 2 dengan jumlah 387 butir.

Narkoba Diatur dari LP, Lapas Narkotika Cilacap Digeledah
CILACAP, (PRLM).- Polres Cilacap Jawa Tengah menggeledah Lembaga Pemasyaratan Narkotika Nusakambangan, Jumat (20/1/12). Penggeledahan di Lapas Narkotika dilakukan terkait perederan narkoba golongan IV yang dilakukan salah seorang napi. Penggeledahan dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Anung Suryadi menangkap seorang pembesuk napi yang akan menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas. "Narkoba tersebut atas pesanan dari salah seorang napi," kata Wakil Kepala Polres Cilacap, Komisaris Polisi Syarif Rahman, di Cilacap, Jumat. Satuan Serse sudah melakukan pemantauan penyelundupan narkoba ke Lapas Narkotik sudah sejak sebulan lalu. Saat pemantauan di Dermaga Penyeberangan Wijayapura pada Senin (16/1) pukul 07.00 WIB, tim melakukan penggledehan ke semua pengunjung. Dari salah seorang pengunjung bernama Bejo Priyatno alias Yanto alias Toto petugas menemukan obat Xanax Alprazolam jenis psikotropika golongan IV nomor urut 2 dengan jumlah 387 butir. Narkoba tersebut dibungkus dalam 10 kantong plastik dan dimasukkan ke dalam botol berisi sabun cair. "Hasil pemeriksaan narkoba tersebut pesanan dari napi di Lapas Narkotika, bernama Wahyu Kurniawan alias Cubung alias Cahyono," terang Syarif. Setelah mendapat titik terang tim berjumlah 10 bersama Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan melakukan penggeledahan. Di di Blok A5 Kamar 5 yang dihuni Wahyu Kurniawan alias Cubung polisi menemukan telepon seluler yang disimpan di saluran pembuangan air di dalam kamar. Berdasar pengakuannya, telefon diperoleh dari napi yang sudah bebas. Oleh Cubung digunakan untuk transaksi dengan bandar di Jakarta, selanjutnya barang dibawa Bejo selaku kurir. "Hasil pemeriksaan, narkoba tersebut dijual belikan kepada napi lain seharga Rp 5.000 per butir," jelas Syarif. Untuk setiap transaksi Bejo mendapat upah sebesar Rp 400 ribu. (A-99/A-26)*** Sumber: www.pikiran-rakyat.com/node/173855

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0