PELATIHAN BATIK PEWARNAAN SINTETIS DAN ALAM DI LAPAS ANAK KUTOARJO

Kutoarjo, INFO_PAS - Batik merupakan hasil karya asli dari tanah air yang harus terus dilestarikan agar tetap eksis mengikuti perkembangan jaman. Salah satunya dilakukan beberapa hari terakhir di Lapas Anak Kutoarjo, yaitu pelatihan batik pewarna sintetis dan alam oleh petugas lapas kepada anak didik pemasyarakatan (andikpas). Sebanyak 10-15 andikpas terlihat antusias mengikuti pelatihan yang dilaksanakan pada10 -14 Juni 2014 ini. “Kegiatan ini sangat positif untuk melestarikan karya asli bangsa, memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada andikpas untuk bekal ke depannya. Selain itu, usaha batik memiliki prospek yang bagus, peluang, dan pasarnya besar. Maka dari itu diadakan pelatihan batik sekaligus pewarnaannya di lapas,” ujar Husni Setiabudi selaku Kalapas Anak Kutoarjo. Lanjut menurut Husni, setiap daerah memiliki potensi batiknya masing-masing dan itu harus diangkat. “Seperti di daerah Purworejo ini, yang khas dari Purw

PELATIHAN BATIK PEWARNAAN SINTETIS DAN ALAM DI LAPAS ANAK KUTOARJO
Kutoarjo, INFO_PAS - Batik merupakan hasil karya asli dari tanah air yang harus terus dilestarikan agar tetap eksis mengikuti perkembangan jaman. Salah satunya dilakukan beberapa hari terakhir di Lapas Anak Kutoarjo, yaitu pelatihan batik pewarna sintetis dan alam oleh petugas lapas kepada anak didik pemasyarakatan (andikpas). Sebanyak 10-15 andikpas terlihat antusias mengikuti pelatihan yang dilaksanakan pada10 -14 Juni 2014 ini. “Kegiatan ini sangat positif untuk melestarikan karya asli bangsa, memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada andikpas untuk bekal ke depannya. Selain itu, usaha batik memiliki prospek yang bagus, peluang, dan pasarnya besar. Maka dari itu diadakan pelatihan batik sekaligus pewarnaannya di lapas,” ujar Husni Setiabudi selaku Kalapas Anak Kutoarjo. Lanjut menurut Husni, setiap daerah memiliki potensi batiknya masing-masing dan itu harus diangkat. “Seperti di daerah Purworejo ini, yang khas dari Purworejo akan kami angkat melalui karya batik Lapas Anak Kutoarjo,” tuturnya. Sementara itu menurut Kasie Kegiatan Kerja, Sami, pada tahap pencantingan di pelbagai tempat prosesnya rata-rata hampir sama. Proses pewarnaan menggunakan sintetis juga sudah biasa karena bahannya bisa beli. “Untuk pewarnaan yang alami, kami menggunakan tanaman, baik daun, batang atau buahnya. Semua yang ada disekitar lapas dan mudah didapatkan, seperti daun tom untuk warna biru, serta kulit buah manggis untuk warna ungu dan hitam. Warnanya pun lebih terlihat alami,“ kata Sami. Kegiatan pelatihan batik kali ini bukan yang pertama kali dilakukan Lapas Anak Kutorajo, melainkan telah dilaksanakan berkesinambungan sejak awal tahun 2014 demi mengembangkan keterampilan dan kemampuan membatik andikpas. Batik hasil karya andikpas Lapas Anak Kutoarjo dari pelatihan-pelatihan sebelumnya pun telah terjual dan beberapa kali mengikuti pameran hasil karya warga binaan pemasyarakatan di Jakarta.  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0