PEMBINAAN NARAPIDANA: Perlu Bantuan Tingkatkan Ketrampilan

MEDAN: Lembaga Pemasyarakatan di Sumatra Utara butuh bantuan pihak ketiga untuk meningkatkan ketrampilan para terpenjara, sehingga setelah keluar bisa membuka usaha. Kepala LP Kelas I Tanjung Gusta Medan Swarso menegaskan selama ini peralatan ketrampilan di dalam LP masih terlalu sedikit, sehingga narapida tidak sempat dilatih menjadi trampil untuk bidang tertentu. "Kami butuh uluran tangan dari pihak ketiga, sehingga peralatan ketrampilan untuk narapidana dapat ditambah. Dengan demikian, setelah keluar bisa membuka usaha sendiri dan meninggalkan statusnya," ujarnya, akhir pekan lalu (11/02). Menurutnya, pada saat ini para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta dilatih berbagai ketrampilan mulai melas, membuka usaha tambal ban, berternak jangkrik, usaha ketam, pangkas, dan la

PEMBINAAN NARAPIDANA: Perlu Bantuan Tingkatkan Ketrampilan
MEDAN: Lembaga Pemasyarakatan di Sumatra Utara butuh bantuan pihak ketiga untuk meningkatkan ketrampilan para terpenjara, sehingga setelah keluar bisa membuka usaha. Kepala LP Kelas I Tanjung Gusta Medan Swarso menegaskan selama ini peralatan ketrampilan di dalam LP masih terlalu sedikit, sehingga narapida tidak sempat dilatih menjadi trampil untuk bidang tertentu. "Kami butuh uluran tangan dari pihak ketiga, sehingga peralatan ketrampilan untuk narapidana dapat ditambah. Dengan demikian, setelah keluar bisa membuka usaha sendiri dan meninggalkan statusnya," ujarnya, akhir pekan lalu (11/02). Menurutnya, pada saat ini para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta dilatih berbagai ketrampilan mulai melas, membuka usaha tambal ban, berternak jangkrik, usaha ketam, pangkas, dan lain sebagainya. Usaha yang sudah jalan di dalam LP, paparnya, cuci speda motor dan mobil, ternak jangkrik, pangkas, dan service mobil dan speda motor. "Kami baru saja mendapatkan bantuan peralatan dari PT Perkebunan Nusantara [PTPN] IV Medan berupa grenda, alat ketam, kursi pangkas, dan kompressor. Peralatan ini akan digunakan melatih para narapinda agar bisa mandiri setelah keluar dari LP," tuturnya. Peralatan terbatas Sementara itu, Atma Wijaya, Kepala Bagian Kegiatan Kemasyarakatan LP Tanjung Gusta Medan menambakan membina para napi sudah lama dilakukan, tapi keterbatasan peralatan membuat sebagian besar napi tidak sempat menekuni ketrampilan dengan mendalam. "Yang sudah rutin berjalan di LP Tanjung Gusta adalah beternak jangkrik dan cuci mobil dan sepeda motor. Tahun ini kami tingkatkan dengan membuka pelatihan pengetaman kayu, tambal ban, dan ketrampilan lain yang mudah didapat, seperti tukang pangkas," tuturnya. Tono, seorang mantan narapidana yang sempat mendekan delapan bulan di LP Tanjung Gusta, mengaku hanya sempat mendapatkan palatihan menjual goreng pisang di dalam LP. "Saya diberikan tugas menjual pisang goreng milik petugas. Hasilnya sebagian diberikan kepada saya setelah seluruh hasil penjualan disetor kepada petugas LP yang memilili usaha itu," tuturnya. Setelah keluar dari LP, akunya, dia bisa mengantongi uang sebesar Rp800 ribu untuk pulang ke kediamannya dan menjadi supir taksi di Medan. "Sekarang saya menjadi sopir angkutan antar kota di Sumut," tuturnya. (Bsi)
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0