PENDAFTARAN BESUKAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI RUTAN SURABAYA

Surabaya, INFO_PAS – Rutan Surabaya rata-rata kedatangan 600 pengunjung setiap harinya. Kebanyakan dari mereka merupakan sanak saudara dari penghuni rutan yang lebih dikenal dengan sebutan Rutan Medaeng ini. Dengan kondisi tersebut, rutan ini ibarat tempat wisata ketika jam besukan tahanan berlangsung. Para pembesuk ini berdatangan sejak pukul 6 pagi, walaupun loket pendaftaran baru dibuka pada pukul 08.00 WIB. "Iya, saya rela berangkat lebih awal agar masuknya lebih cepat dan tidak lama antri," ujar Badriah yang datang bersama keluarganya dari Pamekasan, Madura. "Jam 3 pagi saya berangkat dari rumah,” tambahnya. Kebanyakan dari para pembesuk ini rela berangkat sejak pagi buta dari rumahnya agar bisa mendapatkan nomor antrian kecil dan bisa masuk lebih awal setelah loket dibuka. Teguh Hartaya selaku Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng mengatakan pemandangan tersebut terjadi setiap hari, dimana ratusan orang datang datan

 PENDAFTARAN BESUKAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI RUTAN SURABAYA
Surabaya, INFO_PAS – Rutan Surabaya rata-rata kedatangan 600 pengunjung setiap harinya. Kebanyakan dari mereka merupakan sanak saudara dari penghuni rutan yang lebih dikenal dengan sebutan Rutan Medaeng ini. Dengan kondisi tersebut, rutan ini ibarat tempat wisata ketika jam besukan tahanan berlangsung. Para pembesuk ini berdatangan sejak pukul 6 pagi, walaupun loket pendaftaran baru dibuka pada pukul 08.00 WIB. "Iya, saya rela berangkat lebih awal agar masuknya lebih cepat dan tidak lama antri," ujar Badriah yang datang bersama keluarganya dari Pamekasan, Madura. "Jam 3 pagi saya berangkat dari rumah,” tambahnya. Kebanyakan dari para pembesuk ini rela berangkat sejak pagi buta dari rumahnya agar bisa mendapatkan nomor antrian kecil dan bisa masuk lebih awal setelah loket dibuka. Teguh Hartaya selaku Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng mengatakan pemandangan tersebut terjadi setiap hari, dimana ratusan orang datang datang untuk membesuk keluarganya. "Jumlah penghuni rutan yang mencapai 1700-an orang membuat jumlah pembesuknya juga banyak," imbuh Teguh. Untuk mengindari tahanan yang kabur dan menyamar sebagai pembesuk, Rutan Medaeng menerapkan pendaftaran dengan sistem berbasis teknologi informasi. "Setiap pembesuk yang akan masuk harus melakukan registrasi sidik jari dan diambil fotonya. Begitu juga ketika akan keluar, mereka diharuskan melakukan sidik jari terlebih dahulu," ungkap Aris Sakuriadi, Kasubsi Bantuan Hukum dan Penyuluh Rutan Medaeng. Dengan adanya pendaftaran yang memanfaatkan sistem teknologi informasi ini, tahanan yang mencoba melarikan diri dengan menyamar sebagai pembesuk dapat dicegah. "Jika sidik jari dan foto mereka tidak ada pada data pendaftaran besukan, maka komputer kami akan mengeluarkan bunyi peringatan," ujar Aris.   Kontributor: Aditya W.S. (Rutan Surabaya)    

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0