Pengguna Narkoba Harus Direhabilitasi

BANDUNG – Pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) sebaiknya dimasukkan ke tempat rehabilitasi, bukan dimasukkan ke penjara. Aktivis LSM Rumah Cemara Bandung Ardhani Suryadharma mengatakan, perhatian terhadap pengguna napza dari aparat berwajib masih rendah. Hal itu terlihat dari kurang efektifnya langkah-langkah yang dilakukan untuk menghukum terdakwa penyalahgunaan. Berdasarkan data milik LSM yang concernpada korban napza dan HIV AIDS tersebut, dari 28 kasus penyalahgunaan narkoba yang mereka pantau di Jawa Barat selama 2010, hanya dua kasus saja yang divonis rehabilitasi. Itu menunjukkan minimnya perhatian pada penyembuhan si pengidap. “Hanya dua kasus di Jabar yang divonis rehab, itu pun di Sukabumi, untuk Bandung belum ada,”kata Ardhani. Dia menambahkan, untuk mencapai kesembuhan seorang pemakai, harus dilakukan dua macam rehabilitasi, yaitu rehabilitasi medis dan sosial. Hingga saat ini,Kota Bandung telah memiliki dua macam rehabilitasi tersebut.Sehin

Pengguna Narkoba Harus Direhabilitasi
BANDUNG – Pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) sebaiknya dimasukkan ke tempat rehabilitasi, bukan dimasukkan ke penjara. Aktivis LSM Rumah Cemara Bandung Ardhani Suryadharma mengatakan, perhatian terhadap pengguna napza dari aparat berwajib masih rendah. Hal itu terlihat dari kurang efektifnya langkah-langkah yang dilakukan untuk menghukum terdakwa penyalahgunaan. Berdasarkan data milik LSM yang concernpada korban napza dan HIV AIDS tersebut, dari 28 kasus penyalahgunaan narkoba yang mereka pantau di Jawa Barat selama 2010, hanya dua kasus saja yang divonis rehabilitasi. Itu menunjukkan minimnya perhatian pada penyembuhan si pengidap. “Hanya dua kasus di Jabar yang divonis rehab, itu pun di Sukabumi, untuk Bandung belum ada,”kata Ardhani. Dia menambahkan, untuk mencapai kesembuhan seorang pemakai, harus dilakukan dua macam rehabilitasi, yaitu rehabilitasi medis dan sosial. Hingga saat ini,Kota Bandung telah memiliki dua macam rehabilitasi tersebut.Sehingga, menurut Ardhani, tidak ada alasan lagi hakim menghukum penjara karena tidak adanya tempat rehabilitasi yang siap menangani pecandu napza. Rehabilitasi bagi pecandu narkotika sudah diatur dalam Pasal 54 dan 103 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Kami akan melakukan pendampingan hukum sekaligus juga rehabilitasi,” lanjut Ardhani. Senada, anggota Alumni Lembaga Bantuan Hukum Bandung (ALBA) Hanita Susilawati mengatakan,aturan tentang rehabilitasi pemakai narkotika sudah diperkuat dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2011.“Sejak penyidikan hingga sidang selesai,pengidap narkotika bisa direhabilitasi,”ucapnya. Hanya, harus bisa dibuktikan bahwa yang bersangkutan benar-benar pecandu, bukan pengedar. Sebab, rehabilitasi hanya diutamakan untuk pecandu narkotika. “Pada Pasal 112 dan 127,itu diatur pemakai narkoba murni dan pengedar, ketika seseorang hanya berperan sebagai pengguna, seharusnya sudah ditempatkan di rehabilitasi sejak masa penyidikan,”kata Hanita. gugum rachmat gumilar Sumber: www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/461896/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0