Persiapkan Stand Pameran, Rutan Rangkasbitung Usung Konsep Anyaman Bambu

Rangkasbitung, INFO_PAS – Sehari jelang peresmian Pemasyarakatan Produktif Unit Pelaksana Teknis wilayah Banten oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rangkasbitung terus melakukan persiapan final, yakni pembuatan design final stand pameran yang akan ditampilkan pada Selasa (8/3) di Rutan Kelas I Tangerang. Ditemui usai gladi bersih, Senin (7/3) Kepala Rutan (Karutan) Rangkasbitung, Kadek Anton Budiharta, menuturkan proses pembuatan, design stand, serta produk unggulan yang akan ditampilkan kepada orang No. 1 pada Kementerian Hukum dan HAM dan para pejabat tinggi di lingkungan Pemasyarakatan tersebut. Ia menjelaskan pihaknya coba menampilkan stand yang berbeda dari stand-stand lainnya dengan mengusung konsep anyaman bambu khas kerajinan asli Lebak. Walaupun tema pameran kali ini adalah menampilkan hasil produk pertanian/perkebunan dan perikanan, kerajinan anyaman bambu diyakini

Persiapkan Stand Pameran, Rutan Rangkasbitung Usung Konsep Anyaman Bambu
Rangkasbitung, INFO_PAS – Sehari jelang peresmian Pemasyarakatan Produktif Unit Pelaksana Teknis wilayah Banten oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rangkasbitung terus melakukan persiapan final, yakni pembuatan design final stand pameran yang akan ditampilkan pada Selasa (8/3) di Rutan Kelas I Tangerang. Ditemui usai gladi bersih, Senin (7/3) Kepala Rutan (Karutan) Rangkasbitung, Kadek Anton Budiharta, menuturkan proses pembuatan, design stand, serta produk unggulan yang akan ditampilkan kepada orang No. 1 pada Kementerian Hukum dan HAM dan para pejabat tinggi di lingkungan Pemasyarakatan tersebut. Ia menjelaskan pihaknya coba menampilkan stand yang berbeda dari stand-stand lainnya dengan mengusung konsep anyaman bambu khas kerajinan asli Lebak. Walaupun tema pameran kali ini adalah menampilkan hasil produk pertanian/perkebunan dan perikanan, kerajinan anyaman bambu diyakini akan mampu menunjang tampilan produk unggulan lebih menarik lagi. “Anyaman bambu tersebut adalah buah karya kerajinan asli Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Rangkasbitung. Dalam proses pembuatan stand, awalnya kami merakit dan menganyam bambu untuk dipasang banner galeri foto kegiatan. Kemudian kami memberikan alas berupa karpet agar tampilan bawah tidak mudah kotor, terlihat bersih, rapi, bahkan terkesan mewah meski sebenarnya sederhana,” ujar Karutan. Selanjutnya, pihaknya mulai menata anyaman bambu yang digunakan untuk menyimpan hasil budidaya pertanian dan galeri foto kegiatan, menaruh tanaman hias yang juga merupakan produk andalan rutan, serta menambahkan limbah gabah sebagai ciri khas yang mencerminkan keadaan aslinya. “Ini yang membuat stand kami berbeda dari stand lainnya. Tentunya kami berharap dapat menarik serta memukau ribuan pasang mata yang akan melihatnya,” harap Kadek, pria asal Bali yang sebelumnya pernah bertugas di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Diakuinya, stand Rutan Rangkasbitung siap untuk mengikuti pameran Pemasyarakatan Produktif. “Ini adalah buah kerjasama antara pegawai maupun WBP. Sebagaimana tema yang diusung dalam kegiatan ini, yaitu mewujudkan Pemasyarakatan yang Smart dan Produktif, hasil produk ungguan dan stand yang telah dibuat adalah wujud Smart para pegawai dan Produktif para WBP-nya,” tambah Kadek. Sementara itu, Julistyono selaku staf pembina kegiatan pondok asimilasi yang turut membantu men-design stand merasa senang melihat hasil jadi stand Rutan Rangkasbitung. “Kami yakin stand dan produk unggulan yang ditampilkan dapat menjadi daya tarik tersendiri daripada stand lainnya, bahkan menjadi stand terbaik,” ungkap Julis penuh semangat. (IR)     Kontributor: Pratamadzyogas

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0