Program Kerja 11 Lapas Model Penanganan HIV/AIDS Tetap Berlanjut

Bogor, INFO_PAS - Perwakilan 11 Wilayah Lembaga Pemasyarakatan (lapas) model terkait program HIV/AIDS berharap program kerja yang telah mereka jalankan sejak tahun 2009 dapat terus berlanjut walaupun kemitraan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dengan HIV Cooperation Program for Indonesia (HCPI) berakhir. Hal ini mereka ungkapkan saat mengikuti diskusi interaktif evaluasi berakhirnya kemitraan Ditjen PAS-HCPI dan tindak lanjut pasca kemitraan, Rabu (4/11). (Baca: Ditjen PAS - HCPI Evaluasi dan Bahas Tindak Lanjut Pasca Kemitraan)

"Tahun 2010 kami belum memiliki program HIV/AIDS. Namun adanya fasilitator program (fasgram) telah membantu memberi masukan terkait pelaksanaan program HIV/AIDS," ujar Arie, kelompok kerja (pokja) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timu

Program Kerja 11 Lapas Model Penanganan HIV/AIDS Tetap Berlanjut

Bogor, INFO_PAS - Perwakilan 11 Wilayah Lembaga Pemasyarakatan (lapas) model terkait program HIV/AIDS berharap program kerja yang telah mereka jalankan sejak tahun 2009 dapat terus berlanjut walaupun kemitraan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dengan HIV Cooperation Program for Indonesia (HCPI) berakhir. Hal ini mereka ungkapkan saat mengikuti diskusi interaktif evaluasi berakhirnya kemitraan Ditjen PAS-HCPI dan tindak lanjut pasca kemitraan, Rabu (4/11). (Baca: Ditjen PAS - HCPI Evaluasi dan Bahas Tindak Lanjut Pasca Kemitraan)

"Tahun 2010 kami belum memiliki program HIV/AIDS. Namun adanya fasilitator program (fasgram) telah membantu memberi masukan terkait pelaksanaan program HIV/AIDS," ujar Arie, kelompok kerja (pokja) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur. Ia pun berharap agar rekan-rekan fasgram akan terus membantu kegiatan program HIV/AIDS di lapas/rutan. "Bila tidak ada fasgram lagi, kami antisipasi dengan menyiapkan SE tingkat wilayah yang diharapkan melakukan program ini dengan dukungan DIPA masing-masing satuan kerja," urainya. Hal senada disampaikan Ester Sinaga dari pokja Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara. "Fasgram sangat bermanfaat sebagai konsultan dalam memberikan pemahaman program yang dilakukan di lapas model dan lapas penyangga," tutur Ester. Meskipun nantinya tidak lagi didukung fasgram HCPI, sejumlah pokja wilayah tetap optimis program HIV/AIDS tetap akan berjalan. Salah satunya diungkapkan pokja Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta yang selama ini memang tidak memiliki fasgram. "Yang terpenting adalah koordinasi. Kami juga bisa berharap dukungan sejumlah lembaga swadaya masyarakat atau program Global Fund. Apalagi UPT sudah sangat memahami perogram HIV/AIDS," ucap dr. Yuni, pokja Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta. Walaupun sejumlah pokja kanwil mengakui keberadaan fasgram HCPI sangat membantu, namun optimisme tetap dimunculkan pasca berakhirnya kemitraan dengan akan terus bersinergi dengan pihak-pihak yang peduli dengan program HIV/AIDS agar program yang telah dilakukan dapat terus berlanjut. ***   Penulis: Irma Rachmani

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0