Razia Narkoba di Lapas dan Rutan Pontinak Bocor

INILAH.COM, Pontianak - Polda Kalbar dan BNN Provinsi Kalbar razia narkoba di Lapas Klas IIA Pontianak dan Rutan Klas IIA Pontianak, Kamis (9/2) pagi. Meski tidak ditemukan narkoba, namun petugas berhasil mengamankan alat penghisap sabu.
"Ini sudah menjadi program nasional antara BNN, Kementerian Hukum dan HAM serta Polri dalam rangka pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba khususnya di rutan," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar, disela razia di Rutan Klas IIA Pontianak, Kamis (9/2).
Menurut dia, pelaksanaan razia dilakukan secara serentak di Lapas dan Rutan. Melibatkan 160 personil gabungan Direktorat Reserse Narkoba, Brimob dan Sabhara Polda Kalbar yang terbagi di dua lokasi. Dengan tujuan agar narapidana bersih dari peredaran narkoba.
"Dari hasil operasi, tidak ada ditemukan narkoba. Baik jenis sabu-sabu, ganja maupun ekstasi," ungkap Mukson.
Razia di Rutan Klas IIA Po

Razia Narkoba di Lapas dan Rutan Pontinak Bocor
INILAH.COM, Pontianak - Polda Kalbar dan BNN Provinsi Kalbar razia narkoba di Lapas Klas IIA Pontianak dan Rutan Klas IIA Pontianak, Kamis (9/2) pagi. Meski tidak ditemukan narkoba, namun petugas berhasil mengamankan alat penghisap sabu.
"Ini sudah menjadi program nasional antara BNN, Kementerian Hukum dan HAM serta Polri dalam rangka pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba khususnya di rutan," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar, disela razia di Rutan Klas IIA Pontianak, Kamis (9/2).
Menurut dia, pelaksanaan razia dilakukan secara serentak di Lapas dan Rutan. Melibatkan 160 personil gabungan Direktorat Reserse Narkoba, Brimob dan Sabhara Polda Kalbar yang terbagi di dua lokasi. Dengan tujuan agar narapidana bersih dari peredaran narkoba.
"Dari hasil operasi, tidak ada ditemukan narkoba. Baik jenis sabu-sabu, ganja maupun ekstasi," ungkap Mukson.
Razia di Rutan Klas IIA Pontianak dilakukan di 4 blok ruang tahanan. Dilakukan secara intensif terutama di ruang tahanan kasus narkoba. Pemeriksaan dilakukan terhadap 381 narapidana, diantaranya 26 narapidana perempuan.
"Meski tidak ada hasil, namun razia akan terus dilakukan secara priodik. Dilaksanakan secara mendadak supaya tidak ada kesempatan bagi penghuni dalam keterlibatan narkoba," kata Mukson.
Disinggung mengenai keterlibatan narapidana dalam jaringan narkoba dengan mengendalikan peredaran barang haram tersebut dari dalam lapas seperti kasus yang terungkap beberapa waktu lalu, Mukson menyatakan, Kepolisian telah koordinasikan dengan Lapas. Dimana, saksi maupun terlapor telah diperiksa.
"Kita akan dalami, untuk pengungkapannya," ucapnya seraya menambahkan, sejauh ini telah terjalin kerjasama yang baik antara Polri dan Kementerian Hukum dan HAM. Maka jika ada tangkapan di luar dengan keterlibatan orang dalam maka kasus akan cepat ditindak lanjuti.
Dari ke dua lokasi razia, petugas berhasil mengamankan puluhan barang bukti. Termasuk alat komunikasi untuk berhubungan dengan dunia luar, yakni ponsel. Kendati demikian, tidak ada tersangka atas temuan tersebut. Karena napi terlebih dahulu mengamankan barang bukti. Dengan membuangnya sebelum razia digelar.
”Dari Rutan, petugas menemukan 2 buah HP beserta kartunya, 2 baterai HP, 1 pengecas HP, 4 buah pipet yang dicurigai sebagai alat takar sabu, 8 buah kartu HP, 1 kantong plastik transparan, 4 tablet diduga obat-obatan, 4 potong alumunium foil, 1 buah bong bekas tidak utuh yang diduga untuk alat pengisap sabu,” papar Direktur Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Ahmad Alwi, kemarin.
Sedangkan, lanjut dia, di Lapas Sungai Raya, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 10 buah cas HP, 10 buah HP, 4 unit LCD, 4 buah memory card, 13 buah kartu HP, 2 buah flasdisk, 39 buah korek api gas, 10 bungkus batu korek api gas, 1 sarung tangan, 4 buah tabung gas, 2 bungkus plastik klip transparan, 1 klip plastik bekas diduga sisa bungkus shabu, 9 buah sedotan plastik, 1 buah pipet diruncingi, 2 buku telpon, satu buah ember kecil warna merah beserta dadu kolok-kolok, 1 baterai HP, 1 buah obeng, 3 buah stik PS, 2 buah remote TV, 2 buah MP3, 6 buah botol benson, 2 buah kabel data dan buku catatan judi bola.
“Karena tidak ditemukan tersangkanya, kemungkinan barang temuan itu akan dimusnahkan. Melihat dari barang bukti yang ditemukan, diindikasi di Lapas ada yang menggunakan narkoba. Namun petugas yang melakukan razia tidak menemukan tersangkanya. Karena barang itu ditemukan di luar dekat tong sampah,” kata Alwi.
Hasil pemeriksaan di lapangan, lanjut dia, yang terbukti baru satu orang yaitu Edwin. Diduga menggunakan narkoba jenis Ganja. Selain pemeriksaan barang milik narapidana, petugas juga melakukan pemeriksaan urine.
”Narapidana laki-laki diperiksa sebanyak 219 orang. Sedangkan yang perempuan sebanyak 64 orang. Razia ini diindikasi sudah bocor, sehingga pelaku mengeluarkan barang-barangnya dari ruang blok tahanan. Tes urin dalam waktu dekat ini akan keluar, sample diambil dari perwakilan blok yang diindikasi mengkonsumsi narkoba,” jelasnya. [mor]
Sumber: http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1828576/razia-narkoba-di-lapas-dan-rutan-pontinak-bocor

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0