Roti Kayna, Karya Narapidana Lapas Pekanbaru

Pekanbaru, INFO_PAS - Wanto terlihat sangat serius dengan pekerjaannya. Dengan lihai, ia mengaduk adonan mengikuti arahan baker, pelatih yang mengajarkannya membuat roti. Wanto tak sendiri, bersama empat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru lainnya, ia dilatih membuat roti. Sudah hampir 1,5 tahun lebih mereka membuat roti dibawah binaan seksi bimbingan kerja Lapas Pekanbaru. Bersama PT. Anugerah Vata Abadi, pihak ketiga yang merupakan mitra koperasi Lapas Pekanbaru, produk roti yang mereka hasilkan telah dipasarkan ke pelbagai lapas dan rumah tahanan negara (rutan) di Riau dengan merek Kayna, singkatan dari Karya Narapidana. Selama ini, mereka masih memproduksi 10 jenis roti, diantaranya rasa kopi coklat, kopi keju, coklat lumer, coklat keju, nanas gulung, strawberry, double kacang, kacang merah, donat paha ayam, dan roti tiga rasa. Perhari, Bakery Kayna bisa menghasilkan 200 rot

Roti Kayna, Karya Narapidana Lapas Pekanbaru
Pekanbaru, INFO_PAS - Wanto terlihat sangat serius dengan pekerjaannya. Dengan lihai, ia mengaduk adonan mengikuti arahan baker, pelatih yang mengajarkannya membuat roti. Wanto tak sendiri, bersama empat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru lainnya, ia dilatih membuat roti. Sudah hampir 1,5 tahun lebih mereka membuat roti dibawah binaan seksi bimbingan kerja Lapas Pekanbaru. Bersama PT. Anugerah Vata Abadi, pihak ketiga yang merupakan mitra koperasi Lapas Pekanbaru, produk roti yang mereka hasilkan telah dipasarkan ke pelbagai lapas dan rumah tahanan negara (rutan) di Riau dengan merek Kayna, singkatan dari Karya Narapidana. Selama ini, mereka masih memproduksi 10 jenis roti, diantaranya rasa kopi coklat, kopi keju, coklat lumer, coklat keju, nanas gulung, strawberry, double kacang, kacang merah, donat paha ayam, dan roti tiga rasa. Perhari, Bakery Kayna bisa menghasilkan 200 roti yang hanya dipasarkan di kantin Lapas Pekanbaru, sementara produksi ke Rutan Pekanbaru bisa sampai 600 buah dalam seminggu. Sementara itu, untuk pasar di Lapas Bangkinang masih 350 buah roti per minggu dan Rutan Dumai masih 100 buah. Roti dijual di kantin dengan kisaran harga Rp. 5.000-7.000. [caption id="attachment_83909" align="aligncenter" width="640"] produksi Roti Kayna[/caption] “Alhamdulillah, selain menimba ilmu dan pengalaman keahlian, pekerjaan ini bisa menghasilkan uang untuk modal bebas nanti,” ucap Yanrizal, rekan Wanto sesama penghuni Blok G. Selama bekerja di Bakery Kayna, para WBP diupah kerja sebesar Rp.150 ribu yang dibayarkan per 10 hari dan hanya boleh diambil saat bebas. Dengan bekal pengalaman selama di lapas, Wanto dan rekan-rekannya pun bertekad mengembangkan usaha roti setelah bebas nanti. Kepala Lapas Pekanbaru melalui Kepala Seksi Bimbingan Kerja, Jefriandy Gultom, mengakui selama 1,5 tahun lebih para WBP hanya diajarkan membuat roti yang itu-itu saja dan harganya masih relatif mahal untuk pasaran di dalam lapas/rutan. “Supaya lebih kompetitif, kami hadirkan baker untuk melatih mereka membuat jenis roti yang lain dan diproduksi dengan harga yang lebih murah,” ujar Jefry, Kamis (29/8). Pihak lapas berharap, apa yang telah diajarkan kepada WBP dapat bermanfaat dan menjadi modal untuk melanjutkan hidup yang lebih baik. Tertarik merasakan Roti Kayna? Bisa pesan langsung ke Lapas Pekanbaru.     Kontributor: Lapas Pekanbaru

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1