Rutan dan Lapas Cirebon Berbenah

(Suara Gratia)Cirebon – Kerusuhan seperti yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan dan Labuhan Ruku membuat pihak Criminal Justice System yang terdiri dari Polisi, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Lapas dan Rutan Kota Cirebon berbenah diri. Pembenahan meliputi beberapa bagian yakni kebutuhan dasar warga binaan, sarana prasarana dan infrastruktur Lapas dan Rutan. Selain untuk mengantisipasi gesekan-gesekan yang menimbulkan kerusuhan antar warga binaan, hal ini dilakukan untuk melengkapi dan memperbaiki sarana prasarana Lapas dan Rutan. Ditemui disela-sela Rapat Koordinasi Pengamanan Rutan Lapas di Kota Cirebon, Kepala Seksi Pelayanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Cirebon Ratri Handoyo Eko Saputro mengatakan, saat ini fasilitas kebutuhan dasar seperti Makan, Cuci, Kakus (MCK) di Rutan Klas I Cirebon tidak berfungsi optimal karena kelebihan jumlah penghuni. Hal ini menjadikan potensi rawan benturan dan gesekan baik antara sesama penghuni Rutan maupun dengan petu

Rutan dan Lapas Cirebon Berbenah
(Suara Gratia)Cirebon – Kerusuhan seperti yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan dan Labuhan Ruku membuat pihak Criminal Justice System yang terdiri dari Polisi, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Lapas dan Rutan Kota Cirebon berbenah diri. Pembenahan meliputi beberapa bagian yakni kebutuhan dasar warga binaan, sarana prasarana dan infrastruktur Lapas dan Rutan. Selain untuk mengantisipasi gesekan-gesekan yang menimbulkan kerusuhan antar warga binaan, hal ini dilakukan untuk melengkapi dan memperbaiki sarana prasarana Lapas dan Rutan. Ditemui disela-sela Rapat Koordinasi Pengamanan Rutan Lapas di Kota Cirebon, Kepala Seksi Pelayanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Cirebon Ratri Handoyo Eko Saputro mengatakan, saat ini fasilitas kebutuhan dasar seperti Makan, Cuci, Kakus (MCK) di Rutan Klas I Cirebon tidak berfungsi optimal karena kelebihan jumlah penghuni. Hal ini menjadikan potensi rawan benturan dan gesekan baik antara sesama penghuni Rutan maupun dengan petugas. Kapasitas Rutan Klas I Cirebon yaitu 166 orang tetapi saat ini dihuni oleh 440 orang warga binaan. Atau over kapasitas sebanyak 265 persen, sementara petugas hanya berjumlah enam orang. ”Melalui rapat koordinasi seperti ini, agar Criminal Justice System mengetahui kondisi terkini di dalam Lapas dan Rutan di Cirebon. Lebih baik capek sekarang kita berbenah, daripada nanti kita capek semua”. Ia mengakui, hal ini merupakan masalah klasik yang sudah lama terjadi sehingga Rutan menjadi api dalam sekam. “Kita berharap ada solusi cerdas dari pemerintah”. Ditempat yang sama Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni menyatakan selalu siap berkoordinasi untuk mendukung pengamanan di Lapas dan Rutan Cirebon. “Kita siap membantu supaya tidak terjadi seperti di tempat-tempat lain. Setiap hari kita patroli kesana. Mengecek situasi terakhir dengan berkomunikasi setiap tiga jam sekali”. Ia mengakui, petugas Lapas tidak sebanding dengan jumlah penghuninya oleh karena itu pihaknya menerjunkan dua orang petugas untuk mendukung pengamanan di Lapas dan Rutan. Sementara Ketua DPRD Kota Cirebon Yuliarso menekankan, di Cirebon jangan sampai terjadi kerusuhan. Ia mengungkapkan, masalah kepuasan warga binaan merupakan persoalan yang harus diselesaikan dengan cepat, terutama mengenai kebutuhan hak dasar warga binaan. “Pelayanan tidak otpimal karena, 1 petugas mengawasi 50 warga binaan. Maka dari itu, SDM Lapas maupun Rutan harus ditingkatkan”.(Fr) Sumber : http://suaragratiafm.wordpress.com/2013/08/22/lapas-cirebon-berbenah/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0