Rutan Pangkalan Brandan Butuh Fasilitas Kesehatan Napi

Langkat - Minimnya fasilitas pelayanan kesehatan bagi para narapidana (Napi), di RumahTahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pangkalan berandan. Terlihat tidak adanya tenaga keperawatan, ataupun tim medis yang di tugaskan untuk melakukan chek up kesehatan terhadap warga binaaan di Rutan tersebut. Padahal total penghuni Rutan Kelas II B Pangkalan Berandan tersebut, terdiri 278 orang warga binaan masing - masing 267 berjenis kelamin laki - laki, 7 orang wanita dan 4 anak – anak. Secara hakiki kebutuhan mereka terhadap pelayanan kesehatan, sudah barang pasti. Dan perlu untuk diketahui, jumlah napi sebagai penghuni Rutan Pangkalan Brandan tersebut di atas, tidak semuanya penduduk lokal. Diantaranya merupakan warga di luar Kota Pangkalan Brandan (Langkat). Seperti asal Daerah Istimewa Aceh, Riau, maupun berbagai kawasan lainnya. Ironinya apabila salah seorang warga binaan mengalami sakit, maka petugas Rutan Pangkalan Brandan mendapatkan kendala dalam menangani p

Rutan Pangkalan Brandan Butuh Fasilitas Kesehatan Napi
Langkat - Minimnya fasilitas pelayanan kesehatan bagi para narapidana (Napi), di RumahTahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pangkalan berandan. Terlihat tidak adanya tenaga keperawatan, ataupun tim medis yang di tugaskan untuk melakukan chek up kesehatan terhadap warga binaaan di Rutan tersebut. Padahal total penghuni Rutan Kelas II B Pangkalan Berandan tersebut, terdiri 278 orang warga binaan masing - masing 267 berjenis kelamin laki - laki, 7 orang wanita dan 4 anak – anak. Secara hakiki kebutuhan mereka terhadap pelayanan kesehatan, sudah barang pasti. Dan perlu untuk diketahui, jumlah napi sebagai penghuni Rutan Pangkalan Brandan tersebut di atas, tidak semuanya penduduk lokal. Diantaranya merupakan warga di luar Kota Pangkalan Brandan (Langkat). Seperti asal Daerah Istimewa Aceh, Riau, maupun berbagai kawasan lainnya. Ironinya apabila salah seorang warga binaan mengalami sakit, maka petugas Rutan Pangkalan Brandan mendapatkan kendala dalam menangani perobatan serta perawatan. Artinya dengan segala keterbatasan personil, petugas di Rutan Pangkalan Brandan Langkat, terpaksa berbuat semaksimal mungkin untuk membawa napi ke rumah sakit terdekat, guna mendapatkan pertolongan dokter atau para medis. Dan lebih tragis lagi, jika di antara napi tersebut mengalami sakit parah dan membutuhkan pertolongan dokter sesegera mungkin. Naasnya di Rutan Pangkalan Brandan Langkat itu, belum tersedianya mobil ambulans. Apalagi ketika diantara napi tersebut, membutuhkan rawat inap karena mengalami sakit yang dinilai sangat serius akibat sesuatu. Selain berhadapan dengan resiko yang cukup rawan saat napi dibawa ke luar rutan karena sakit. Sudah barang pasti menelan biaya yang cukup tinggi. Sementara rutan, yang beralamat di Jalan Stasiun Kereta Api Pangkalan Brandan ini, tidak memiliki biaya rawat inap bagi para napi dimaksud. Ade Kusmanto Kepala Rutan Kelas II B Pangkalan Brandan, ketika menjawab pertanyaan Sub Biro media digital Delinewsonline Kamis (2/7) mengatakan pihaknya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Langkat cq Dinas Kesehatan. Agar dapat memberikan bantuan Pelayanan Kesehatan (PK) secara gratis, terhadap para napi. Mengingat rata – rata napi di Rutan Pangkalan Brandan tersebut, tidak terdaftar sebagai peserta Jamkesmas maupun BPJS. Harapan Ade Kusmanto Kepala Rutan Kelas II B Pangkalan Berandan, semoga pihak Dinas Kesehatan Langkat dapat membantu pelayanan kesehatan secara rutin, terhadap warga binaan di dalam Rutan Pangkalan Berandan. Minimal setiap 2 pekan, atau selama sebulan dijadwalkan dua kali kunjungan pemeriksaan untuk kesehatan para napi. Demikian tutur Ade Kusmanto mengakhiri wawancara.(DCE & ME) Sumber : delinewsonline.com  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0